Ibu Ketiduran, Balita 11 Bulan di Sibolga Ditemukan Meninggal dalam Ember

Balita 11 bulan ditemukan tidak bernyawa di dalam sebuah ember berisi air di rumahnya di Jalan Sibual-buali, Gang Intan, Kelurahan Huta Tonga-tonga,

Editor: Admin
Korban saat disemanyamkan di rumah duka dihadiri Kabid PKPLH Sibolga, Tigor P Tambunan, Selasa (25/3/2024). (foto:mm/jhonny simatupang)
SIBOLGA - Balita 11 bulan ditemukan tidak bernyawa di dalam sebuah ember berisi air di rumahnya di Jalan Sibual-buali, Gang Intan, Kelurahan Huta Tonga-tonga, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (25/3/2024).

Ibu korban Dermawan Simanjuntak (34) sempat berupaya memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Korban meninggal dunia diduga karena tersedak air dalam ember yang membuatnya tidak bisa bernafas.

Peristiwa nahas ini diketahui ketika ibu korban, Dermawan Simanjuntak terbangun dari tidurnya. Dia melihat kedua anaknya yang  sebelumnya tidur bersamanya tersebut sudah tidak berada di dalam kamar mereka. 

Awalnya, Dermawan mencari kedua anaknya tersebut di depan rumah mereka, namun tidak menemukannya. Dermawan seketika kaget ketika melihat korban di dalam sebuah ember plastik berisi air di kamar mandi belakang rumah mereka dengan posisi kepala ke bawah.

"Dengan cepat, istri saya mengeluarkan anak kami tersebut dari dalam ember dan berusaha menyelamatkannya. Namun, anak kami tersebut sudah meninggal dunia," ungkap Petrus Jahuwa (34), ayah korban, yang tidak berada di rumah mereka saat itu.

Petrus yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai honor di Dinas PKPLH Sibolga dan mendapat kabar paska kejadian itu, dengan raut wajah sedih mengakui, jika anak mereka yang akan berulang tahun pada Sabtu (30/3/2024) tersebut sama sekali belum bisa berjalan, dan hanya bisa merangkak. Sehingga Petrus menduga abang korban saat itu terbangun lalu membuka pintu kamar dan diikuti korban. "Soalnya, mamaknya saat itu mengaku masih tidur," tukasnya. 

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas PKPLH Sibolga, Tigor P Tambunan, yang hadir di rumah duka mengaku sangat sedih dengan kejadian yang menimpa anak buahnya tersebut.

Dia lantas berharap kepada seluruh orang tua yang memiliki anak kecil agar lebih berhati-hati dalam menjaga anak dan jika bisa jangan sampai lengah sedikit pun.

"Kalaupun mau tidur, pastikan semua pintu terkunci. Jangan ada ember berisi air dan simpan jauh barang-barang yang berbahaya, agar tidak mencelakai anak-anak," tutur mantan Lurah Huta Tonga-Tonga ini. (jhonny simatupang) 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com