![]() |
Korban kecelakaan tergeletak di badan jalan. (foto/ist) |
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, peristiwa memilukan itu terjadi saat Rodiah hendak menyeberang jalan tidak jauh dari kediamannya. Tiba-tiba, sebuah kendaraan PJR melintas dari arah Polda Sumut menuju pusat kota dengan kecepatan tinggi.
"Motornya kencang sekali. Ibu itu sudah di tengah jalan, sepertinya gugup dan tidak sempat menghindar. Langsung tertabrak," ujar seorang saksi di lokasi kejadian.
Benturan keras menyebabkan Ibu Rodiah mengalami luka berat di bagian kepala. Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Medika. Sayangnya, nyawa ibu Rodiah tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit dengan kondisi kepala pecah.
Insiden ini sontak menyulut kemarahan dan duka mendalam dari warga Gang Rambe. Banyak yang menyesalkan aksi ugal-ugalan pengemudi kendaraan dinas, terlebih dari pihak kepolisian yang seharusnya memberi contoh berkendara yang tertib dan aman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Masyarakat mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan ada pertanggungjawaban hukum yang jelas dari pihak terkait. “Jangan sampai ini berlalu begitu saja. Kami ingin ada keadilan untuk almarhumah,” ujar salah satu warga setempat dengan nada geram.
Kecelakaan ini menambah deretan panjang insiden lalu lintas yang melibatkan kendaraan dinas, sekaligus memicu pertanyaan publik tentang kepatuhan aparat terhadap standar operasional prosedur dan etika berkendara di jalan raya. Sementara Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol. Firman Darmansyah, ketika dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut. [Abdul meliala]