Kejati Sumut Tahan 8 Tersangka Korupsi Proyek Jalan di PUTR Batu Bara

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menahan delapan tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan dan perbaikan jalan pada Dinas Pekerjaan Um

Editor: Admin
Delapan tersangka ditahan tim penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jumat (29/8/2025). (ANTARA/Aris Rinaldi Nasution)
MEDAN - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menahan delapan tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan dan perbaikan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batu Bara tahun anggaran 2023 dengan nilai total pekerjaan mencapai Rp43,74 miliar.

“Penahanan dilakukan setelah penyidik memperoleh minimal dua alat bukti yang cukup. Para tersangka diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian keuangan negara,” kata Plh Kasi Penkum Kejati Sumut Muhammad Husairi, di Medan, Jumat (29/8/2028).

Ia menjelaskan, ke delapan tersangka tersebut masing-masing yakni MRA selaku Wakil Direktur CV Citra Perdana Nusantara, lalu RZ selaku Wakil Direktur CV Agung Sriwijaya.

Kemudian, AW selaku Wakil Direktur CV Bintang Jaya, RSL selaku Wakil Direktur CV Bersama, UP selaku Wakil Direktur CV Guana Perkasa, AF selaku Wakil Direktur CV Egnar Gemilang.

“Selanjutnya, tersangka SSL selaku Wakil Direktur III CV Nayla Santika, dan TMR selaku PNS pada Dinas PUTR Batubara yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” kata dia.

Berdasarkan hasil penyidikan, lanjut Husairi, para tersangka diduga melaksanakan pekerjaan dengan cara mengurangi volume, mutu, dan kualitas pekerjaan, sehingga terjadi kekurangan volume.

Namun progres pekerjaan tersebut tetap dibayarkan penuh oleh Dinas PUTR Batubara, meski tidak sesuai spesifikasi kontrak.

“Peran para tersangka berbeda-beda. TMR selaku PPK diduga tidak melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan. Sedangkan para wakil direktur perusahaan rekanan diduga mengurangi spesifikasi pada sejumlah proyek peningkatan dan perbaikan jalan di Kabupaten Batu Bara,” ujar Husairi.

Ia menjelaskan beberapa ruas jalan yang terindikasi bermasalah di antaranya pekerjaan lanjutan peningkatan ruas Jalan Titi Putih menuju Pasir Permit, peningkatan ruas Jalan Pasir Permit menuju Air Hitam, peningkatan ruas Jalan Simpang Deras menuju Sei Rakyat.

Kemudian ruas Jalan Pasir Putih menuju Sei Rakyat batas kecamatan, ruas Jalan Bulan-Bulan menuju Gambus Laut, ruas Tanjung Tiram menuju batas Asahan, hingga ruas Jalan Kedai Sianam menuju Simpang Gambus.

Menurut Husairi, perbuatan para tersangka diyakini telah menimbulkan kerugian keuangan negara atau daerah. “Namun jumlah pasti kerugian masih menunggu hasil penghitungan dari ahli. Adapun nilai pekerjaan dalam paket kegiatan tersebut tercatat sebesar Rp 43.741.113.887,04 atau Rp43,74 miliar lebih,” ujar dia.

Atas perbuatannya, delapan tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, seluruh tersangka ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan untuk 20 hari ke depan,” ujar Husairi.[ss/ant]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com