![]() |
| Wabup Asahan Rianto bersama Kapolres memeriksa barisan dan perlengkapan mitigasi bencana. (foto/ist) |
Apel yang dipimpin Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, ini diikuti unsur Forkopimda, OPD, Pramuka, serta berbagai relawan kebencanaan. Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres Asahan, disampaikan bahwa penanganan bencana harus diawali dengan deteksi dini, pemetaan wilayah rawan, serta kesiapan sumber daya yang terukur. Selain itu, diperlukan peningkatan kapasitas personel, kesiapan logistik dan peralatan evakuasi, serta pelaksanaan simulasi tanggap darurat secara berkala. Pendekatan yang cepat, tepat, humanis, dan profesional menjadi standar bersama dalam setiap tugas kemanusiaan di lapangan.
Wakil Bupati Asahan Rianto mengapresiasi pelaksanaan apel tersebut sebagai bentuk konsolidasi nyata seluruh unsur daerah. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan untuk bersinergi penuh dengan Polres Asahan, TNI, BPBD, serta elemen masyarakat dalam memperkuat sistem mitigasi bencana.
“Apel ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi momentum membangun kesiapsiagaan bersama. Pemkab Asahan berkomitmen mendukung penuh langkah strategis untuk memastikan masyarakat tetap aman dan terlindungi,” ujar Rianto.
Usai apel, Wakil Bupati bersama Forkopimda meninjau langsung pasukan serta sarana dan prasarana tanggap darurat. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kesiapan operasional seluruh unsur serta menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana. “Semoga Kabupaten Asahan selalu dalam keadaan aman, tenteram, dan dijauhkan dari segala bentuk bencana,” tutupnya.[ismanto panjaitan]
