Hari Guru Nasional 2025, Bupati Asahan: Guru Berperan Penting Membangun Generasi Indonesia Emas 2045

Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 Tingkat Kabupaten Asahan digelar di Lapangan PTPN IV Kebun Sei Dadap,

Editor: Admin
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar memimpin upacara HUT PGRI ke-80. (foto/ist)
ASAHAN — Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 Tingkat Kabupaten Asahan digelar di Lapangan PTPN IV Kebun Sei Dadap, mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju – Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”.

Upacara dihadiri Wakil Bupati Asahan Rianto, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, perwakilan Kejaksaan Negeri Asahan, Dandim 0208/Asahan, Polres Asahan, Pengadilan Negeri Kisaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Ketua TP PKK Asahan beserta pengurus, serta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Asahan. Hadir pula Plt Kepala Dinas Pendidikan, Ketua PGRI Asahan, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Asahan, dan para guru dari seluruh wilayah. Abednego H. Sinambela, S.Pd., dari UPTD SDN 010093 Selawan bertugas sebagai pemimpin upacara.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan bahwa tema peringatan tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk menempatkan guru sebagai pusat transformasi pendidikan. Ia menegaskan guru merupakan fondasi dalam membangun karakter, kecerdasan, dan nalar kritis generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang dibacakan Bupati Taufik, disebutkan tiga agenda prioritas pemerintah: peningkatan kompetensi guru, penguatan perlindungan profesi, dan penyederhanaan beban administratif. Pemerintah mendorong perluasan beasiswa RPL dan studi lanjut, serta memperkuat pelatihan seperti PPG, kepemimpinan sekolah, hingga penguasaan teknologi digital termasuk coding dan kecerdasan artifisial.

Kerja sama Kemendikdasmen dengan Kepolisian RI juga diperkuat untuk memberikan perlindungan hukum bagi guru, terutama dalam penyelesaian persoalan pendidikan melalui pendekatan restorative justice, sehingga guru dapat mengajar lebih fokus dan berwibawa.

Rangkaian upacara diawali pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, serta doa untuk para pendidik yang telah mengabdikan hidupnya bagi kemajuan pendidikan. Suasana berlangsung khidmat dan semarak dengan atribut profesi guru sebagai simbol komitmen peningkatan mutu pendidikan di Asahan.

Pada kesempatan itu, PGRI Kabupaten Asahan menggelar aksi solidaritas berupa penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatera Utara, yang disambut antusias oleh peserta upacara.

Menutup amanatnya, Bupati Taufik mengajak seluruh pemangku kepentingan mengembalikan martabat guru sebagai pilar peradaban bangsa. “Guru yang kuat akan melahirkan generasi emas yang hebat,” ujarnya. [ismanto panjaitan]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com