![]() |
| FISIP UMSU menggelar Orasi Ilmiah Doktor Baru di Aula FISIP UMSU. (foto/ist) |
Kegiatan yang dihadiri ratusan dosen dan mahasiswa baik yang langsung hadir di aula maupun secara daring lewat zoom ini sebagai upaya memperkuat tradisi (budaya) akademik sekaligus menyemarakkan rangkaian Milad ke-54 FISIP UMSU.
Orasi ilmiah kali ini menghadirkan enam doktor baru, yakni Dr. Akhyar Anshori, Dr. Faizal Hamzah Lubis, Dr. Nalil Khairiah, Dr. Zulfahmi Ibnu, Dr. Dedy Amrizal, dan Dr. Dini Prilia Gamarlin, dengan moderator Dr. Sahran Saputra. Pengantar kegiatan dilakukan secara resmi oleh Wakil Dekan I FISIP UMSU, Dr. Abrar Adhani.
Dalam kesempatan itu, secara berganrian para doktor baru itu memaparkan hasil riset disertasi yang menyoroti berbagai isu strategis sosial, politik, komunikasi, dan keamanan.
Dr. Faizal Hamzah Lubis, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi lulusan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang, memaparkan orasi berjudul Makna Simbolik Nilai Aktivitas Muallaf Etnis India Muslim di Kota Medan.
Sementara itu, Dr. Akhyar Anshori, S.Sos., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi yang juga menjabat Ketua Program Studi periode 2025–2029, mengkaji peran organisasi kesukuan etnis Melayu dan Pakpak dalam Kampanye Politik Pemilu 2024.
Adapun Dr. Nalil Khairiah, S.IP., M.Pd., dosen Program Studi Ilmu Administrasi Publik lulusan Universitas Padjadjaran, meneliti konflik etnik di Myanmar terhadap keamanan manusia etnis Rohingya serta penerapan konsep Responsibility to Protect.
Isu keamanan nasional dan siber menjadi sorotan melalui orasi Dr. Dini Prilia Gamarlin, S.Sos., M.Si., lulusan Program Doktoral FISIP Universitas Sumatera Utara. Ia mengangkat tema keamanan tradisional (perang) dan keamanan nontradisional, khususnya kebocoran data yang terjadi hampir setiap tahun, baik pada layanan publik seperti BPJS maupun media sosial seperti Instagram.
Berdasarkan informasi dari narasumber yang merupakan seorang peretas (hacker), Dr. Dini menyampaikan bahwa sistem keamanan data di Indonesia dinilai masih belum memadai.
Ia juga menyoroti bahwa meskipun Indonesia telah memiliki regulasi terkait keamanan nasional, kebocoran data justru masih terus terjadi, sementara hingga kini Indonesia belum memiliki Undang-Undang khusus mengenai keamanan siber. Ia mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan layanan internet dan menjaga ruang siber masing-masing.
Sementara itu, Dr. Dedy Amrizal, S.Sos., M.Si., lulusan Program Doktor Universitas Negeri Medan (Unimed), memaparkan disertasi berjudul Perkembangan Model Monitoring dan Evaluasi Kepuasan Mahasiswa dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Akademik.
Penelitiannya mengkaji berbagai model pelayanan akademik yang diukur melalui monev kepuasan mahasiswa hingga menemukan model baru yang dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kualitas layanan akademik.
Sebelumnya, Dekan FISIP UMSU, Dr. Arifin Saleh, menyampaikan bahwa orasi ilmiah doktor baru merupakan tradisi akademik yang terus dijaga sebagai bagian dari penguatan budaya ilmiah di lingkungan fakultas.
Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi dosen lainnya untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral, sehingga mampu meningkatkan kapasitas akademik, riset, serta kontribusi FISIP UMSU bagi masyarakat.
Untuk diketahui, FISIP UMSU awalnya bernama FKS (Fakultas Kesejahteraan Sosial) yang berdiri 17 Februari 1972 atas usul Prof. Soemantri Praptokoesoemo selaku Dekan FKS Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Tahun 1974, FKS diubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dengan satu jurusan yakni Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS). Tahun 1983, FIS berkembang menjadi FISIP menyusul dibukanya Program Studi Ilmu Administrasi Negara (IAN) dan Ilmu Komunikasi. Tahun 2019, Prodi IAN berubah nama menjadi Ilmu Administrasi Publik (IAP).
Saat ini, FISIP UMSU mengelola tiga program studi dan ketiga-tiganya sudah memperoleh Akreditasi Unggul, yakni Program Studi Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Publik, dan Kesejahteraan Sosial. Capaian ini menjadi indikator kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus memperkuat posisi FISIP UMSU sebagai fakultas yang berdaya saing di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.[tan]
