Jelang Idul Fitri 2026, Pemprov Sumut Targetkan Pengungsi Tak Lagi Tinggal di Tenda

Menjelang Idul Fitri 2026, jumlah pengungsi korban bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) diperkirakan akan menurun drastis. Pemerintah Provinsi

Editor: Admin
Gubsu Muhammad Bobby Nasution meninjau pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan menyapa warga di Hunian Sementara (Huntara) di Asrama Haji Pinangsori Kabupaten Tapanuli Tengah, baru-baru ini. (foto/ist)
MEDAN — Menjelang Idul Fitri 2026, jumlah pengungsi korban bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) diperkirakan akan menurun drastis. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mempercepat penanganan pengungsi dengan menargetkan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda sebelum Lebaran.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, mengatakan saat ini sebagian pengungsi telah mulai menempati hunian sementara (Huntara). Sementara itu, ribuan unit Huntara lainnya hampir rampung dan siap dihuni.

“Sudah ada pengungsi yang masuk ke hunian sementara. Masih ada ribuan unit Huntara lagi yang siap dihuni. Secara keseluruhan progres pembangunan Huntara sudah mencapai sekitar 90 persen. Kita berharap sebelum Lebaran pengungsi sudah tidak lagi tinggal di tenda,” ujar Basarin di Medan, Selasa (10/3/2026).

Pemprov Sumut juga terus mendorong kolaborasi berbagai pihak guna mempercepat proses pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara. Menurut Basarin, dukungan dari pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat sangat dibutuhkan agar proses tersebut dapat berjalan lebih cepat.

Beberapa lokasi Huntara saat ini telah dihuni masyarakat terdampak bencana. Di antaranya di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan yang tersedia 186 unit; Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok sebanyak 118 unit; serta di PTPN IV Regional I Afdeling III Kebun Batang Toru, Desa Napa sebanyak 129 unit.

Selain itu, Huntara juga tersedia di Adiankoting sebanyak 40 unit, Asrama Haji Pinangsori 52 unit, lahan Balerong Pasar Tukka 12 unit, serta Rusunawa Pandan sebanyak 90 unit.

Sementara itu, sejumlah titik pembangunan Huntara lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Basarin menyebutkan untuk wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), para pengungsi ditargetkan sudah dapat menempati Huntara pada 15 Maret 2026.

“Untuk Tapsel, pada 15 Maret diharapkan pengungsi sudah bisa masuk ke Huntara karena pembangunannya ditargetkan selesai pada tanggal tersebut,” jelasnya.

Selain penyediaan hunian sementara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada para pengungsi yang memilih tidak tinggal di Huntara.

“Penyaluran Dana Tunggu Hunian sudah berjalan dan akan terus dicairkan sesuai kelengkapan data BNBA atau By Name By Address,” kata Basarin.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution juga telah meninjau pembangunan hunian tetap (Huntap) serta menyapa warga yang tinggal di hunian sementara di kawasan Asrama Haji Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah. (tan)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com