![]() |
| Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim menghadiri perayaan Malam Cap Go Meh bersama PDI Perjuangan yang digelar di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, Bakung. (foto/ist) |
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim, dalam sambutannya menegaskan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum mempererat persaudaraan antarwarga. Ia menyebut PDI Perjuangan selalu hadir di tengah rakyat tanpa membedakan suku, agama, dan latar belakang.
Menurut Hasyim, pemilihan waktu pukul 21.00 WIB merupakan bentuk penghormatan terhadap umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
“Kami sengaja memulai acara setelah umat Islam selesai Sholat Tarawih, agar semua bisa hadir dan merasakan kebersamaan. Inilah indahnya persaudaraan di Kota Medan,” ujarnya.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan Kota Medan sebagai bagian dari komitmen partai dalam merawat kebersamaan dan memperkuat harmoni lintas etnis dan agama. Acara yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB itu berlangsung tertib dan penuh antusiasme warga.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, turut hadir bersama sejumlah pengurus DPD lainnya.
Rapidin menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya perayaan Malam Cap Go Meh yang dinilainya sebagai wujud nyata semangat kebhinekaan. Ia menegaskan bahwa Sumatera Utara dibangun di atas keberagaman suku, agama, dan budaya, sehingga ruang-ruang perjumpaan seperti ini harus terus dirawat.
Ia juga menekankan bahwa PDI Perjuangan berkomitmen hadir di tengah seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat. Menurutnya, perayaan budaya bukan hanya agenda seremonial, tetapi bagian dari upaya memperkuat solidaritas sosial. Ia berharap momentum Cap Go Meh dapat menjadi inspirasi untuk terus menjaga toleransi dan mempererat persatuan di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.
Dari jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Medan, tampak hadir Sekretaris Boydo HK Panjaitan SH, Bendahara Ust. Fuad, serta Agus Setiawan dan sejumlah pengurus lainnya. Kehadiran para pengurus partai menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan sosial dan kebudayaan di tengah masyarakat.
Acara Malam Cap Go Meh tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya Tionghoa. Atraksi barongsai yang enerjik serta penampilan lagu-lagu Mandarin menghibur ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Hingga acara berakhir, suasana tetap kondusif dan penuh kehangatan. Warga terlihat menikmati rangkaian acara sebagai simbol kebersamaan yang terus terjalin dalam keberagaman Kota Medan. [tan]
