![]() |
| Wali Kota Medan Rico Waas menutup pelaksanaan Ramadan Fair XX 2026/ (foto/ist) |
Didampingi Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Rico Waas menyampaikan bahwa Ramadan Fair telah menjadi tradisi sekaligus identitas Kota Medan selama dua dekade terakhir. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga ruang kebersamaan masyarakat serta sarana syiar keagamaan di bulan suci Ramadan.
“Ramadan Fair telah menjadi tradisi dan identitas Kota Medan selama dua dekade terakhir. Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga ruang kebersamaan masyarakat sekaligus sarana syiar keagamaan di bulan suci Ramadan,” ujarnya.
Penutupan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Rajudin Sagala dan Zulkarnaen, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Al Rahman, unsur Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Rico Waas menambahkan, salah satu kekuatan utama Ramadhan Fair adalah keterlibatan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tahun ini tercatat sekitar 150 gerai kuliner serta puluhan stan kriya yang meramaikan kawasan sekitar Masjid Raya Al-Mashun dan Taman Sri Deli.
“Ramadan Fair bukan hanya perayaan budaya dan religi, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan. UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah,” katanya.
Berdasarkan data panitia, selama penyelenggaraan Ramadan Fair tahun ini total perputaran transaksi mencapai sekitar Rp2,2 miliar, dengan rata-rata penjualan sekitar Rp110 juta per hari. Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi dengan jumlah pengunjung sekitar dua ribu orang setiap harinya.
Selain bazar kuliner dan produk UMKM, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai aktivitas yang memperkaya nilai spiritual masyarakat, seperti tausiyah, lomba-lomba Islami mulai dari da’i cilik, azan, hafalan surah pendek, hingga peringatan Nuzulul Qur’an.
Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, Rico Waas mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesabaran, kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan.
“Ramadan telah mengajarkan kita tentang kesabaran, kepedulian, kebersamaan, dan keikhlasan. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam membangun Kota Medan yang kita cintai,” ujarnya.
Ia berharap Ramadan Fair tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi terus berkembang sebagai ruang budaya, ruang ekonomi, sekaligus ruang kebersamaan masyarakat Kota Medan. [eko brahma]
