Cegah Krisis Identitas Gen Z dan Alpha, Anggota DPRD Medan Dorong Pembumian Pancasila

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Fraksi Golkar, Rommy Van Boy, mendorong penguatan kembali nilai-nilai Pancasila dan wawa

Editor: Admin
Anggota DPRD Medan Rommy Van Boy menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) serta penyebarluasan nilai-nilai Pancasila di Lapangan Baronet, Jalan Starban, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sabtu (30/5/2026). (foto/ist)
MEDAN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Fraksi Golkar, Rommy Van Boy, mendorong penguatan kembali nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. 

Langkah ini dinilai mendesak guna mengantisipasi ancaman krisis identitas nasional pada Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Alpha akibat derasnya arus globalisasi dan digitalisasi tanpa filter.

Hal itu disampaikan Rommy saat menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) serta penyebarluasan nilai-nilai Pancasila di Lapangan Baronet, Jalan Starban, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sabtu (30/5/2026). 

Kegiatan ini merupakan agenda resmi yang dijadwalkan oleh Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Medan. "Saat ini sudah seharusnya seluruh generasi bangsa dapat memahami makna Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Namun, realitas di lapangan menunjukkan sekarang banyak Gen Z dan Gen Alpha yang tidak mengetahui dasar-dasar Pancasila," ujar Rommy saat ditemui di lokasi kegiatan.

Rommy menjelaskan, derasnya arus informasi dari algoritma media sosial membuat budaya luar sangat mudah diadopsi oleh anak muda. 

Menurutnya, kondisi tersebut memicu kekhawatiran terjadinya 'amnesia ideologi', di mana generasi penerus perlahan melupakan akar sejarah dan fondasi negara.

Rommy menegaskan, tanpa pemahaman Pancasila yang kuat sebagai pedoman moral, keberagaman di kota kosmopolitan seperti Medan dinilai rentan terhadap potensi konflik sosial dan intoleransi. 

"Oleh karena itu, pembumian wawasan kebangsaan harus dilakukan secara masif melalui pendekatan yang dialogis, bukan sekadar hafalan tekstual di sekolah," tegasnya.

Ancaman Narkoba dan Judi Online

Selain memudarnya pemahaman ideologi, Rommy menyoroti tantangan nyata lain yang dihadapi generasi muda saat ini, yakni maraknya peredaran narkoba dan aktivitas judi online (judol). 

Kedua hal ini dinilai menjadi predator utama yang memanfaatkan kerapuhan psikologis remaja yang sedang mencari identitas diri.

"Membentengi pemuda dari lingkaran hitam narkoba dan judi online adalah langkah konkret dari pengamalan wawasan kebangsaan itu sendiri. Nasionalisme tidak ada artinya jika sumber daya manusia kita hancur secara moral dan finansial akibat candu digital dan zat terlarang," tutur Rommy.

Oleh sebab itu, pada sosialisasi yang dihadiri ratusan warga dan tokoh pemuda setempat tersebut, Rommy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pengawasan melekat di lingkungan keluarga. 

"Penyelamatan masa depan Gen Z dan Gen Alpha tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi, melainkan membutuhkan kerja kolektif antara pemerintah, legislatif, institusi pendidikan, dan orangtua," ungkap Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC-PP) Medan Polonia ini.

Melalui penguatan ideologi yang diimbangi dengan pemberantasan penyakit masyarakat, kata Rommy, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi warga global (global citizen).

"Global citizen yang kompetitif tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Karena itu, antisipasi sejak dini diperlukan agar kedaulatan moral dan mentalitas bangsa tetap terjaga di masa depan," pungkasnya. [rasid]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com