![]() |
| Grebek Suro PD JAWARA: Tradisi Leluhur yang Mengajarkan Syukur, Kerukunan, dan Harapan Baru. (foto/ist) |
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai hiburan tradisional, salah satunya pertunjukan Kuda Kepang Yuspianti, yang menjadi daya tarik masyarakat sekaligus upaya melestarikan warisan budaya Jawa di Kabupaten Batu Bara.
Ketua JAWARA Batu Bara, Suriono,ST, didampingi Wakil Ketua Ngatirun, Sekretaris Jenderal Sudrajat dan Bendahara H. Suwandi, mengatakan bahwa Grebek Suro merupakan tradisi yang memiliki nilai filosofi mendalam bagi masyarakat Jawa. Tradisi ini tidak hanya menjadi perayaan tahun baru Jawa-Islam, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai spiritual.
Menurut Suriono, salah satu makna utama Grebek Suro adalah sebagai simbol bersih desa dan tolak bala. Dalam tradisi tersebut, masyarakat mengarak gunungan yang berisi hasil bumi, makanan, dan berbagai simbol kemakmuran untuk kemudian dibagikan kepada warga.
“Tradisi ini menjadi simbol harapan agar masyarakat terhindar dari musibah serta memperoleh keberkahan dan kesejahteraan di tahun yang baru,” ujarnya.
Selain itu, malam 1 Suro juga dimaknai sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri. Masyarakat Jawa menjadikan pergantian tahun sebagai waktu untuk mengevaluasi perjalanan hidup, memanjatkan doa, dan memohon keselamatan kepada Allah SWT.
Grebek Suro juga menjadi wujud sedekah bumi dan rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan. Hasil bumi yang diarak kemudian dibagikan dan dinikmati bersama sebagai simbol kebersamaan serta pentingnya berbagi kepada sesama.
“Nilai yang ingin ditanamkan adalah bahwa rezeki harus dibagikan agar membawa manfaat bagi banyak orang,” tambahnya.
Tak hanya itu, tradisi ini juga memperkuat semangat guyub rukun atau kerukunan antarwarga. Seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang usia maupun status sosial, turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Filosofi Jawa yang dikenal dengan ungkapan ‘urip iku urup’ atau hidup harus memberi manfaat bagi orang lain menjadi pesan yang terus dijaga dalam pelaksanaan Grebek Suro.
Tradisi Grebek Suro sendiri dikenal luas di berbagai daerah Jawa, termasuk yang digelar oleh Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, JAWARA Batu Bara berharap nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan rasa syukur dapat terus diwariskan kepada generasi muda.
Peringatan Grebek Suro 10 Muharam 1447 H di Desa Mangkai Baru pun menjadi momentum untuk menutup lembaran tahun sebelumnya dan menyambut tahun baru dengan semangat persatuan, keberkahan, serta harapan yang lebih baik bagi masyarakat Batu Bara. [subari]
