![]() |
| Wakapolres Asahan, Kompol Slamet Riyadi. (foto/ist) |
Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, melalui Wakapolres Asahan Kompol Slamet Riyadi menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus narkotika tersebut merupakan hasil kerja keras personel di lapangan serta dukungan masyarakat yang aktif memberikan informasi terkait peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Asahan.
“Keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen Polres Asahan dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika demi menjaga keamanan dan menyelamatkan generasi muda,” ujar Kompol Slamet Riyadi.
Berdasarkan data Operasi Antik Toba 2026, pengungkapan kasus terbagi dalam tiga kategori, yakni Target Operasi (TO) Orang, TO Tempat, dan Non TO.
Pada kategori TO Orang, petugas berhasil mengungkap 17 kasus dengan 17 tersangka. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 27,42 gram sabu dan 5,5 butir ekstasi.
Sementara pada kategori TO Tempat, petugas mengungkap 17 kasus dengan 22 tersangka serta mengamankan barang bukti 22,22 gram sabu.
Sedangkan dalam kategori Non TO, Polres Asahan berhasil mengungkap 35 kasus dengan 46 tersangka. Dari pengungkapan itu, polisi menyita 70,6 gram sabu, 95,98 gram ganja, dan 36 butir ekstasi.
Secara keseluruhan, selama pelaksanaan Ops Antik Toba 2026, Polres Asahan berhasil mengamankan barang bukti berupa 120,24 gram sabu, 95,98 gram ganja, dan 41,5 butir ekstasi.
Selain melakukan penindakan, Satres Narkoba Polres Asahan juga melaksanakan sejumlah razia di tempat hiburan malam (THM) yang berada di wilayah hukum Polres Asahan guna menekan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Wakapolres Asahan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di Kabupaten Asahan.
“Upaya penegakan hukum akan terus dilakukan secara tegas dan berkelanjutan, disertai langkah preventif melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Polres Asahan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi narkoba dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.
“Narkoba adalah musuh bersama. Keberhasilan pemberantasan narkotika membutuhkan sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat demi menyelamatkan generasi bangsa,” pungkasnya.[zein]
