![]() |
| Wakil Bupati Asahan Sambut Tim KKN-PPM UGM, 24 Mahasiswa Akan Mengabdi di Tiga Desa. (foto/ist) |
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dosen pembimbing lapangan, mahasiswa peserta KKN-PPM, serta tamu undangan lainnya.
Dosen Pembimbing Lapangan UGM, Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Asahan kepada tim KKN-PPM UGM.
Ia mengungkapkan, program KKN-PPM yang dilaksanakan di Kabupaten Asahan merupakan yang pertama kalinya digelar UGM di daerah tersebut. Sebanyak 24 mahasiswa yang terdiri dari 9 laki-laki dan 15 perempuan akan melaksanakan pengabdian selama 50 hari ke depan.
“Mahasiswa akan ditempatkan di Desa Tangga, Desa Aek Songsongan, dan Desa Perkebunan Bandar Pulau. Kami berharap para mahasiswa dapat dibimbing dan didukung selama menjalankan program pengabdian di Kabupaten Asahan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa KKN-PPM UGM, Ridwan Maulana, mengaku antusias dapat melaksanakan pengabdian di Kabupaten Asahan.
“Kami sangat senang berada di sini dan berharap mendapatkan bimbingan serta arahan dari seluruh pihak selama menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asahan Rianto menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta KKN-PPM UGM. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting dalam mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari kurikulum akademik, tetapi juga mampu membangun kedekatan emosional serta melatih mahasiswa menghadapi berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat,” ujar Rianto.
Ia berharap para mahasiswa dapat berbagi ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sekaligus menggali potensi lokal yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rianto juga mengingatkan seluruh peserta KKN-PPM untuk menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat dan budaya setempat, serta selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan selama menjalankan tugas.
Selain itu, ia meminta camat dan kepala desa di lokasi penempatan untuk memberikan pendampingan dan dukungan agar seluruh program KKN-PPM dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program KKN-PPM UGM di Kabupaten Asahan diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi dan pemberdayaan masyarakat yang berdampak positif bagi pembangunan desa serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.[ismanto panjaitan]
