Bikin Bangga! Siswi Kelas 1 SD dari Labuhanbatu Raih Emas dan Top Score ASMC 2026 di Malaysia

PRESTASI membanggakan ditorehkan Caroline Cicilia Nababan, siswi kelas I SD Negeri 18 Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Caroline

Editor: Admin
Siswi Kelas I SDN 10 Rantau Selatan, Caroline Cicilia Nababan meraih medali emas (Gold Winner) bidang Matematika sekaligus predikat Top Score di ajang Asia Science & Mathematics Competition (ASMC) Global Round 2026, di Kuala Lumpur, Malaysia. Caroline tiba di bandara Kualanamu.(foto/ist)
PRESTASI membanggakan ditorehkan Caroline Cicilia Nababan, siswi kelas I SD Negeri 18 Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Caroline meraih medali emas (Gold Winner) bidang Matematika sekaligus predikat Top Score di ajang Asia Science & Mathematics Competition (ASMC) Global Round 2026, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11-12 Juli 2026.

Tidak tanggung-tanggung, keberhasilan tersebut membuat Caroline menjadi peserta terbaik pada kategori Mathematics Competition Level A untuk siswa kelas 1-2 SD. 

Sebelumnya, ia juga mencatatkan nilai sempurna 100 pada babak penyisihan sebelum kembali tampil sebagai juara di babak final.

Selain medali emas dan predikat Top Score, Caroline menerima Certificate of Appreciation sebagai Junior Delegate of the Asia Innovation Conference yang diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia (UPM).

Setibanya di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Caroline disambut ayahnya, Titin Nababan, dengan penuh haru.

"Puji Tuhan, Caroline telah mengharumkan nama Indonesia. Kami sangat bersyukur karena bendera Merah Putih bisa berkibar melalui prestasi yang diraih di kompetisi internasional," ujar Titin, Rabu (15/7/2026).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Hendra Jaya yang dinilainya telah memberikan dukungan sehingga Caroline dapat mengikuti kompetisi tersebut.

Sementara itu, ibu Caroline, Linsiani, mengatakan putrinya mampu menyelesaikan seluruh soal matematika dengan nilai tertinggi dan menjadi peserta tercepat dalam kompetisi tersebut.

"Caroline mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara hingga berhasil meraih medali emas dan dinobatkan sebagai Top Score ASMC 2026," kata Linsiani.

Selama mengikuti rangkaian ASMC Global Round 2026, Caroline tidak hanya berkompetisi di bidang sains dan matematika, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan akademik dan budaya, seperti konferensi inovasi, pertukaran budaya, serta pelatihan kepemimpinan.

Caroline merupakan putri pasangan Aipda TP Nababan dan Linsiani serta anak bungsu dari lima bersaudara.

Di balik prestasi internasional yang diraih, keluarga Caroline berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap fasilitas pendidikan di SD Negeri 18 Rantau Selatan.

Linsiani berharap Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat memperbaiki ruang belajar di sekolah tersebut agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman. "Kami berharap fasilitas belajar di sekolah dapat ditingkatkan sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih baik," ujarnya.

Selain itu, Ibunda Caroline mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah SD Negeri 18 Rantau Selatan, karena sudah menyupport putrinya hingga dapat meraih prestasi bergengsi tersebut. 

Sementara itu, Caroline sendiri berharap dapat memperoleh fasilitas belajar yang lebih memadai dan kesempatan mendapatkan beasiswa agar dapat terus mengembangkan prestasinya di ajang sains internasional.

"Pak Bobby, Caroline juara sains internasional di Malaysia. Caroline boleh minta meja belajar, Pak, supaya bisa belajar lebih nyaman," kata Caroline.[rasid]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com