Dalam sambutannya, Surya yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sumut menegaskan bahwa Jambore bukan sekadar kegiatan berkemah, melainkan sarana pembinaan karakter untuk menghadapi tantangan era global.
Menurutnya, generasi muda dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter yang kuat, kemampuan berkolaborasi, adaptif terhadap perubahan, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.
"Manfaatkan setiap kegiatan selama Jambore ini untuk menambah pengalaman, memperluas persahabatan, mengembangkan kreativitas, melatih kepemimpinan, dan membangun semangat gotong royong. Jadilah teladan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Jadilah generasi yang membawa solusi, bukan sekadar menjadi penonton perubahan zaman," ujar Surya.
Surya menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus mendukung berbagai program pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah adalah membangun sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, sehat, cerdas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kesehatan, disiplin mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, menjaga kebersihan lingkungan perkemahan, serta mematuhi arahan pembina dan panitia agar Jambore menjadi pengalaman berharga dalam membentuk pribadi yang lebih baik.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Bachtiar Utomo, menyampaikan apresiasi kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara atas penyelenggaraan Jamda XI yang dinilai sukses dipersiapkan.
Menurut Bachtiar, Jambore merupakan ruang pembelajaran kehidupan bagi Pramuka Penggalang berusia 11 hingga 15 tahun untuk membangun persahabatan, melatih kepemimpinan, serta membentuk karakter.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Jamda XI Sumut 2026 yang menjadi pelaksanaan jambore pertama di Indonesia tanpa memungut biaya dari peserta.
"Generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, arus informasi tanpa batas, krisis keteladanan, degradasi nilai, hingga ancaman penyalahgunaan narkoba. Karena itu, pembinaan karakter melalui Gerakan Pramuka menjadi sangat penting," katanya.
Bachtiar berharap para orang tua, pembina, dan senior Pramuka terus memberikan ruang bagi setiap anggota Pramuka untuk tumbuh menjadi generasi yang beriman, bertakwa, berkarakter, dan memiliki daya juang tinggi.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumut, Dikky Anugerah Panjaitan, dalam laporannya menyampaikan bahwa Jamda XI Sumut 2026 diikuti sebanyak 5.575 orang, terdiri atas 3.650 Pramuka Penggalang, 250 pembina pendamping, 50 pimpinan kontingen, 265 panitia penyelenggara, 50 peserta pendukung, serta dihadiri undangan, masyarakat, pelaku UMKM, dan ribuan pengunjung.
Menurut Dikky, seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari keamanan, kesehatan, transportasi hingga manajemen risiko telah dipersiapkan secara terpadu guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.
Jambore Daerah XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara berlangsung pada 8–12 Juli 2026. Selama lima hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan, pelatihan kepemimpinan, pengembangan kreativitas, hingga pertunjukan seni dan budaya.
Pembukaan Jamda XI turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bachtiar Utomo, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap, para Ketua Majelis Pembimbing Cabang, kepala daerah atau perwakilannya, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. [tan]
