![]() |
| Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih kunjungan kerja sekaligus Pelayanan Publik Terpadu di Kelurahan Parapat, Selasa (11/8/2026). (foto/ist) |
Hal itu disampaikan Anton saat melakukan kunjungan kerja sekaligus Pelayanan Publik Terpadu di Kelurahan Parapat, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, Parapat memiliki potensi pariwisata yang besar karena berada di kawasan Danau Toba dan telah dikenal hingga mancanegara. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui berbagai program dan kegiatan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Parapat memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dan telah dikenal hingga mancanegara. Diperlukan kolaborasi dan kreativitas bersama untuk meningkatkan daya tarik wisatawan,” ujar Anton.
Ia mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menyusun berbagai kegiatan yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Pengembangan pariwisata, kata dia, harus berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Simalungun juga menghadirkan pelayanan publik terpadu, antara lain administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan BPJS Kesehatan, program keluarga berencana, bantuan sosial, serta pasar murah.
Pasar murah menyediakan 1 ton beras SPHP dengan harga Rp58.000 per karung, 100 liter minyak goreng Rp16.000 per liter, dan 1.500 butir telur seharga Rp1.800 per butir.
Pemkab Simalungun turut memaparkan sejumlah program pembangunan infrastruktur di kawasan Parapat, termasuk rekonstruksi dan pembangunan beberapa ruas jalan serta rehabilitasi jaringan irigasi.
Bupati mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi dan pertanian, sekaligus memperkuat kawasan pariwisata Danau Toba.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun Darmawati Anton Achmad Saragih mengajak kader PKK dan Posyandu meningkatkan pendampingan masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan, pengasuhan anak dan kesejahteraan keluarga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran perangkat daerah, unsur Forkopimca, pangulu dan lurah, kader PKK, tokoh masyarakat serta warga Parapat.[zai]
