IRT 68 Tahun Tewas Tersambar KA Blambangan di Perlintasan Tanpa Palang Batu Bara

Seorang ibu rumah tangga (IRT), Asma alias Butet (68), warga Dusun Pengajian, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, tewas setelah

Editor: Admin
Jenazah perempuan malang terlempar ke semak belukar bantaran rel KA. (foto/ist)
BATU BARA — Seorang ibu rumah tangga (IRT), Asma alias Butet (68), warga Dusun Pengajian, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, tewas setelah tersambar kereta api di perlintasan tanpa palang pengaman, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 10.20 WIB.

Korban diduga tengah melintasi jalur kereta api di kawasan Simpang Mesjid, Desa Lalang, saat KA penumpang Blambangan melaju dari arah Kuala Tanjung menuju Bandar Tinggi.

Kepala Desa Lalang, Syarifuddin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban diduga hendak pulang ke rumah dengan melintasi jalur kereta api yang tidak dilengkapi palang pengaman.

“Ya, seorang ibu rumah tangga tewas tersambar kereta api saat hendak pulang ke rumahnya dengan melintasi perlintasan kereta api tanpa palang,” ujar Syarifuddin.

Menurutnya, korban diketahui mengalami gangguan pendengaran. Usai kejadian, warga membawa korban ke Klinik Harun untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Kapolsek Medang Deras AKP AH Sagala juga membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan personel kepolisian telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan mengumpulkan informasi terkait kecelakaan. “Anggota telah terjun ke TKP,” kata Sagala.

Peristiwa tersebut memicu reaksi warga sekitar. Sejumlah warga menyampaikan protes kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI), terutama terkait keberadaan perlintasan tanpa palang pengaman yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas.[subari]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com