![]() |
| Wakil Ketua DPRD Sumut sekaligus politisi Gerindra, H Ihwan Ritonga. (foto/ist) |
Politisi Partai Gerindra ini meminta pemberantasan narkoba dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polsek hingga Polres.
Menurut Ihwan, penggerebekan sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba, termasuk di Kecamatan Percut Sei Tuan baru-baru ini, merupakan langkah positif yang harus terus dilanjutkan. Pasalnya, peredaran barang terlarang tersebut masih menjadi persoalan serius di Sumatera Utara.
Namun, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I yang meliputi 11 kecamatan di Kota Medan itu mengingatkan agar upaya pemberantasan tidak hanya gencar pada awal kepemimpinan Kapolda yang baru, tetapi harus berkelanjutan hingga mampu menekan peredaran narkoba secara signifikan.
“Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara konsisten. Jangan hanya gencar di awal, tetapi harus terus berlanjut sampai ke akar-akarnya. Begitu juga dengan bandar besar dan pengedarnya, harus ditangkap dan diberikan hukuman berat,” tegas Ihwan kepada wartawan di Medan, Selasa (13/10/2026).
Ihwan juga meminta seluruh jajaran Polda Sumut meningkatkan koordinasi dan berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut. Penindakan, katanya, perlu diprioritaskan di wilayah-wilayah yang selama ini diduga menjadi pusat peredaran narkoba.
“Upaya tersebut harus disertai pemetaan wilayah rawan dan penindakan terhadap jaringan yang memasok serta mengedarkan barang terlarang tersebut,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Medan ini.
Lebih lanjut, Ihwan menilai peredaran narkoba di Sumatera Utara telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk lingkungan permukiman dan pedesaan. Kondisi tersebut menjadi ancaman serius karena dampaknya tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial dan tindak kriminal.
Ia menambahkan, pemberantasan narkoba sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar perang terhadap narkoba terus dilanjutkan. Karena itu, diperlukan kerja sama antara aparat penegak hukum, Polda, BNN, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Peredaran narkoba sudah terlalu lama menjadi persoalan. Karena itu, semua pihak harus bergerak bersama. Penindakan jangan berhenti pada pengguna atau pengedar di lapangan, tetapi juga harus mengungkap jaringan yang berada di belakangnya,” ucapnya.
Ihwan berharap kepemimpinan Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan dapat semakin memperkuat komitmen pemberantasan narkoba melalui langkah-langkah yang terukur, berkelanjutan, dan menyasar jaringan peredaran hingga ke tingkat pemasok.
“Bila dilakukan dengan serius, kolaboratif, dan berkesinambungan, kita meyakini peredaran narkoba dapat diminimalkan dan anak-anak bangsa bisa terselamatkan masa depannya,” pungkas Ihwan.[romulo]
