Penyuluh Pertanian Brebes Mulai Go Digital, E-Learning PM-AAS Disiapkan Perkuat Pendampingan Petani

Transformasi digital mulai merambah sektor penyuluhan pertanian di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebanyak 125 penyuluh pertanian se-Kabupaten Brebes

Editor: Admin
Sosialisasi dan simulasi platform pembelajaran digital (e-learning) untuk meningkatkan kapasitas serta memperkuat pendampingan kepada petani. (foto/ist)
BREBES – Transformasi digital mulai merambah sektor penyuluhan pertanian di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebanyak 125 penyuluh pertanian se-Kabupaten Brebes mengikuti sosialisasi dan simulasi platform pembelajaran digital (e-learning) untuk meningkatkan kapasitas serta memperkuat pendampingan kepada petani.

Kegiatan yang berlangsung di Padepokan Kalisoga, Kecamatan Larangan, Senin (3/11/2026), tersebut dirangkaikan dengan rapat koordinasi dan sosialisasi program PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System).

Dalam kegiatan itu, para penyuluh diperkenalkan dengan platform e-learning yang dapat diakses melalui telepon pintar. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mempermudah penyuluh memperoleh materi pembelajaran, memperbarui pengetahuan, serta meneruskan informasi dan inovasi pertanian kepada petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes dalam arahannya menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, inisiatif, dan kreativitas dalam menjalankan fungsi penyuluhan.

Menurutnya, setiap program pertanian dari pemerintah pusat maupun provinsi membutuhkan pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah agar pelaksanaannya berjalan optimal.

Senada, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Brebes menegaskan komitmen para penyuluh untuk mendukung pelaksanaan PM-AAS. Dukungan tersebut mencakup upaya menjangkau petani serta mendampingi pencapaian target luasan lahan yang menjadi sasaran program.

Penguatan kapasitas digital juga dilakukan melalui praktik langsung yang dipandu tim HarvestPlus Solutions (HPS) Indonesia. Para peserta mengikuti simulasi penggunaan platform e-learning PM-AAS melalui perangkat masing-masing.

Selain itu, CropLife Indonesia turut menyampaikan dukungan penguatan kapasitas penyuluh melalui kolaborasi strategis bersama HPS Indonesia dalam program Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF).

Kolaborasi tersebut salah satunya berfokus pada edukasi penggunaan pestisida secara aman dan bertanggung jawab, termasuk keterampilan membaca label produk serta pemahaman prinsip 6 Tepat.

Melalui pemanfaatan e-learning dan penguatan kompetensi, para penyuluh diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pertanian modern. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diteruskan kepada kelompok tani dan diterapkan dalam kegiatan budidaya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia pertanian sekaligus mendorong praktik pertanian yang produktif, aman, dan berkelanjutan. [frans]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com