![]() |
| Karateka muda Pengcab Perguruan Tako Simalungun dipimpin Ketua Pengcab Pendeta Pandapotan Haloho mengikuti Gasukhu dan penanaman pohon sebagai rangkaian program akhir tahun 2026. (foto/ist) |
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program penutup tahun 2026 sekaligus wujud kepedulian Perguruan Tako terhadap pelestarian lingkungan.
Ketua Pengcab Tako Kabupaten Simalungun, Pendeta Pandapotan Haloho, MBA (Dan V), mengatakan, Gasukhu dan penanaman pohon merupakan rangkaian kegiatan akhir tahun untuk menutup berbagai program yang telah dilaksanakan sepanjang 2026.
"Gasukhu dan penanaman pohon ini merupakan bagian dari program Pengcab Tako Simalungun sekaligus perwujudan Tri Cita Utama Tako," ujar Haloho.
Dia menjelaskan, karateka Tako tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bela diri, disiplin, serta prestasi olahraga, tetapi juga harus mempunyai kepedulian terhadap persoalan lingkungan.
Menurutnya, para karateka memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyikapi persoalan ekologi yang semakin mengancam kelestarian alam. Karena itu, pembinaan di Perguruan Tako tidak semata-mata diarahkan untuk mencetak atlet tangguh dan berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran menjaga lingkungan.
"Perguruan Tako tidak hanya menyiapkan karateka yang tangguh dan berprestasi, tetapi juga generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan demi keberlangsungan generasi Nusantara mendatang," katanya.
Kegiatan tersebut diikuti sebagian besar karateka muda atau kohai. Turut hadir Guru Freddy Tobing, senior Tako Juniar Hutapea, serta para orang tua karateka yang memberikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pengcab Tako Simalungun berharap nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan dapat tumbuh seiring dengan pembinaan prestasi karateka muda.[bob]
