![]() |
| Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin didampingi Wabup Rianto dalam sidang paripurna di gedung DPRD Asahan. (foto/ist) |
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, memaparkan bahwa perubahan APBD merupakan instrumen penting untuk menyesuaikan kebijakan fiskal dengan dinamika kebutuhan pembangunan dan kondisi riil masyarakat.
Dalam paparannya, Taufik ZA menjelaskan bahwa pendapatan daerah pada P-APBD 2025 diproyeksikan meningkat 5,38 persen atau Rp100,85 miliar, sehingga total pendapatan menjadi Rp1,97 triliun. Peningkatan itu terdiri dari: Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik Rp30,95 miliar menjadi Rp271,78 miliar dan Pendapatan Transfer naik Rp69,90 miliar menjadi Rp1,67 triliun.
Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan meningkat Rp170,11 miliar sehingga total belanja menjadi Rp2,04 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk belanja operasi, modal, transfer, serta belanja tidak terduga.
“Perubahan kebijakan pada pos belanja diupayakan untuk mengoptimalkan program-program prioritas, dengan harapan memberikan hasil nyata bagi masyarakat Asahan,” ujar Bupati.
Adapun pada pos pembiayaan daerah, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) 2024 dan penerimaan piutang daerah dicatatkan sebagai sumber pembiayaan sebesar Rp69,26 miliar untuk menutup defisit akibat selisih belanja dan pendapatan.
Bupati Taufik berharap penyesuaian APBD ini mampu mempercepat realisasi program prioritas, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat visi Asahan sebagai daerah yang Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan.[ismanto panjaitan]
