![]() |
| Suasana Rakornis TP PKK Asahan sekaligus pemberian hadiah kambing kepada pemenang lomba. (foto/ist) |
Kegiatan ini kembali menekankan pentingnya pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup keluarga, khususnya di bidang pendidikan keluarga, kesehatan, ekonomi rumah tangga, dan ketahanan keluarga.
Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Drs. Zainal Arifin Sinaga, M.H., mewakili Bupati Asahan, menyampaikan bahwa keluarga merupakan pusat pembangunan masyarakat. “TP PKK memiliki kontribusi besar dalam membentuk keluarga yang mandiri dan berdaya,” ujarnya.
Rakornis juga membahas penguatan sinergi lintas sektor agar program PKK dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat dasawisma. Plt. Kepala Dinas PMD Kabupaten Asahan, Darwinsyah Lubis, S.STP, menegaskan bahwa kolaborasi antara TP PKK, pemerintah desa, dan perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kapasitas keluarga.
Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Yusnila Indriati Taufik, turut memberikan refleksi atas peran TP PKK Asahan dalam Jambore HKG PKK Sumut 2025 yang dinilai mampu meningkatkan motivasi dan kompetensi kader. Pada kesempatan itu, ia bersama Juni Rianto menyerahkan hadiah berupa uang tunai, piagam, piala, dan dua ekor kambing kepada para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi.
Penguatan program keluarga juga diperkaya dengan edukasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Asahan. Elfin Efendi, S.STP., MP., dan Sudarsono, SP., memberikan materi tentang pemanfaatan pupuk organik cair (POC) berbahan urine buah dan sampah dapur. Inovasi sederhana ini dinilai bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas pekarangan, menjaga kesuburan tanah, dan mendukung pertanian rumah tangga berkelanjutan.
Melalui Rakornis ini, TP PKK Asahan bersama seluruh unsur terkait didorong untuk mengambil langkah nyata dengan memperkuat koordinasi, mengembangkan program yang lebih inovatif, dan memastikan kegiatan pemberdayaan keluarga memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa dan kelurahan.
Penguatan ketahanan keluarga diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan pembangunan sosial yang lebih inklusif, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Asahan. [ismanto panjaitan]
