![]() |
| Korban Nelayan KM Nuansa Surya (foto/Ist) |
Saat para nelayan menarik pukat, angin kencang disertai gelombang tinggi menghantam bagian belakang kapal hingga papan buritan pecah dan air masuk ke dalam kapal, menyebabkan kapal karam.
Seluruh ABK berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Namun, korban Ruslan, yang diketahui tidak pandai berenang, hanyut terbawa ombak.
Seorang saksi, Yusri sempat memberikan pertolongan dengan membawa korban ke tepi Pulau Salah Nama serta memberikan napas bantuan.
Namun kondisi korban sudah lemas dan mengeluarkan buih serta darah dari mulut akibat banyak terminum air laut, sehingga nyawanya tidak tertolong.
Informasi kejadian tersebut kemudian diterima oleh kapal nelayan lain melalui alat komunikasi. Sejumlah nelayan segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap para ABK. Sekira pukul 22.00 WIB, seluruh ABK bersama korban tiba di Pelabuhan Ujung Bom, Tanjung Tiram.
Kapolsek Labuhan Ruku melalui keterangannya menyampaikan bahwa peristiwa tersebut murni disebabkan oleh cuaca ekstrem.
Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dan tidak mengajukan keberatan. Korban dimakamkan di TPU Simpang Empat Desa Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram pada Kamis (22/1/2026) pagi.
Kepolisian mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah perairan Kabupaten Batu Bara.[subari]
