Hal itu disampaikannya saat menghadiri panen raya padi di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Selasa (20/1/2026).
Surya mengatakan, pemerintah tidak membiarkan petani berjalan sendiri. Pemprov Sumut terus memperkuat infrastruktur pertanian, khususnya irigasi, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong penerapan teknologi pertanian modern.
Menurutnya, Kabupaten Karo memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Sumut. Meski dikenal sebagai sentra hortikultura, Karo juga berkontribusi sebagai daerah penghasil padi yang berdampak langsung pada perekonomian petani dan masyarakat desa.
Berdasarkan data, produksi padi Kabupaten Karo sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 126.864 ton gabah kering giling (GKG), dengan estimasi perputaran ekonomi sekitar Rp824 miliar. Capaian tersebut didukung berbagai bantuan Pemprov Sumut, antara lain benih, pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian.
“Panen raya ini menjadi penguat optimisme bahwa dengan kebijakan tepat dan keberpihakan yang jelas kepada petani, Sumatera Utara mampu memperkuat ketahanan pangan,” ujar Surya.
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting menyatakan panen raya tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Ia menegaskan Kabupaten Karo siap berkontribusi melalui peningkatan produksi, penguatan irigasi, dan modernisasi pertanian.
Wilayah Paya Lah Lah di Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng merupakan salah satu sentra pangan strategis dengan luas irigasi rawa sekitar 3.300 hektare. Pada 2025, lahan produktif seluas 1.500 hektare menghasilkan sekitar 43.956 ton padi dalam dua musim tanam.
“Sinergi pemerintah dan petani menjadi kunci terwujudnya kesejahteraan dan ketahanan pangan,” pungkasnya.[tan]
