![]() |
| Disdukcapil Kota Medan Terapkan Jemput Bola. (foto/ist) |
Artinya, terdapat penambahan 132.522 layanan dalam kurun satu tahun. Peningkatan ini disebut sebagai bagian dari upaya percepatan reformasi pelayanan publik di bawah kepemimpinan Rico Waas.
Kepala Disdukcapil Medan, Baginda P. Siregar, mengatakan capaian tersebut didorong penerapan strategi “jemput bola”, yakni petugas aktif membuka layanan langsung di tengah masyarakat, termasuk ke permukiman padat dan wilayah terdampak bencana.
“Petugas tidak hanya menunggu di kantor, tetapi turun langsung agar warga lebih mudah mengurus dokumen kependudukan,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Dari 18 jenis layanan, dokumen dasar mendominasi peningkatan. Penerbitan KTP elektronik naik dari 183.243 menjadi 201.972 layanan, sedangkan Kartu Keluarga meningkat dari 136.470 menjadi 152.853.
Kenaikan tertinggi terjadi pada Kartu Identitas Anak (KIA) yang melonjak lebih dari dua kali lipat, dari 30.560 menjadi 67.787. Akta kelahiran juga naik signifikan dari 29.438 menjadi 59.099. Selain itu, layanan perpindahan penduduk seperti SKPWNI dan SKDWNI turut meningkat.
Pemko Medan menilai strategi jemput bola efektif memperluas akses layanan sekaligus memastikan seluruh warga memiliki dokumen kependudukan secara cepat, mudah, dan merata.
Capaian ini diharapkan memperkuat kualitas pelayanan publik serta mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan dasar, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial. [eko brahma]
