![]() |
| Rombongan Berfoto Bersama Di Center Permai Penang. (Foto/Ist) |
Kedatangan mereka disambut langsung Presiden Permai Penang, Eddy Virgo, yang mendampingi rombongan menyapa anak-anak di Sanggar Bimbingan yang berlokasi di kompleks Bukit Jambul, Penang. Sanggar tersebut merupakan sekolah informal bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lahir dan tumbuh di Penang, Malaysia.
Suasana hangat langsung terasa saat anak-anak yang baru selesai belajar berdiri menyambut para tamu dengan penuh kegembiraan. Mereka menyalami bahkan berpelukan layaknya bertemu keluarga yang lama terpisah. Ustaz Fahmi, mewakili Kepala Sekolah Pak Agung yang berhalangan hadir, mempersilakan rombongan duduk di panggung utama.
Dalam sambutannya, Eddy Virgo memperkenalkan para tamu kepada para murid. Ia secara khusus memuji semangat Ibu Nelly dan Ibu Mini yang tetap bertekad hadir meski usia lanjut dan kondisi kesehatan yang menantang.
“Sungguh luar biasa, Ibu Mini baru saja menjalani operasi mata satu jam sebelumnya, namun tetap bertekad ingin menyapa anak-anak Sanggar. Semangat beliau patut diacungi jempol,” ujar Eddy.
Para tamu kemudian bergiliran memberikan pesan dan motivasi. Hj. Nelly Nurlely, yang dikenal sebagai seniorita sekaligus maha guru ilmu perbankan, menyampaikan nasihat penuh keibuan. Ia bahkan berpantun dan bernyanyi bersama anak-anak, mencairkan suasana dengan penuh kehangatan.
Pak Rifki Rahmad Purnomo, yang akrab disapa Pak Kiki, menekankan pentingnya pendidikan sebagai pilar kesuksesan bangsa. “Ilmu adalah bekal utama untuk kehidupan,” tegasnya, seraya berpesan agar anak-anak giat belajar dan berbakti kepada orang tua.
Ibu Erni, seorang banker senior, turut memberi motivasi agar anak-anak tetap semangat menimba ilmu meski jauh dari tanah air. Ia mengingatkan agar kesempatan belajar di Sanggar yang didirikan oleh NGO Permai dimanfaatkan sebaik mungkin dan tidak disia-siakan.
Sementara itu, Kak Alfi Syafitri—putri Hj. Mini Rashid yang akrab dipanggil Kak Afie—tampil energik dan komunikatif. Dengan gaya akrab, ia membagikan kiat kehidupan serta mengingatkan anak-anak agar tidak merasa kecil hati. “Walau jauh dari tanah air, kalian tetap dipedulikan oleh Indonesia,” pesannya. Ia juga mengajak anak-anak bermain teka-teki menebak usia sang bunda, Hj. Mini Rashid, yang ternyata telah berusia 82 tahun namun tetap tampak bugar bak usia 70-an.
Meski masih dalam pengaruh obat pasca operasi, Hj. Mini Rashid tetap mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian.
Anak-anak menyimak setiap pesan dengan antusias. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang tak mereka temukan di buku pelajaran. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pekikan slogan penuh semangat, “Permai Penang, yang penting Indonesia!”
Kunjungan ini menjadi simbol kepedulian dan silaturahmi yang melampaui batas geografis. “Kehadiran para tamu VIP dari Medan membuktikan bahwa jarak tidak pernah membatasi rasa cinta dan kepedulian terhadap anak-anak bangsa,” tutup Eddy Virgo. [Subari]
