![]() |
| Jajaran pengurus Lembaga Pembinaan Dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sumut yang dilantik. (Foto/Ist) |
Hal tersebut disampaikan Ketua LP3KD Sumut, Hendrik Halomoan Sitompul, saat pengukuhan pengurus sekaligus rapat kerja yang digelar pada 21–22 Februari 2026 di Gading Hotel Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.
Menurut Hendrik, program pelatihan yang telah berjalan pada 2025 perlu dilanjutkan dan diperluas pada 2026 agar pembinaan talenta gerejani semakin terarah dan berkelanjutan.
“Program pelatihan yang sudah dilaksanakan harus diteruskan. Dengan langkah ini kita bisa melahirkan talenta-talenta baru di tengah gereja, sekaligus berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas musik liturgi dan paduan suara Katolik, sehingga pelayanan gereja semakin bermutu.
Selain itu, kegiatan LP3KD juga diharapkan dapat selaras dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang seni dan budaya.
Sementara itu, Sekretaris Umum sekaligus Ketua Panitia, Lundu Sitohang, berharap pelatihan tidak hanya terpusat di tingkat provinsi, tetapi juga digelar hingga kabupaten/kota di seluruh Sumatera Utara agar jangkauan pembinaan lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, pembekalan pengurus disampaikan oleh RP Joseph L. Pandia OFM, Conv yang menekankan pentingnya menjaga mutu musik liturgi. Ia mengingatkan bahwa Pesparani bukan sekadar ajang pertunjukan. “Pesparani bukan panggung konser, tetapi bagian dari ekspresi iman,” katanya.
Adapun susunan pengurus LP3KD Sumut yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/844/KPTS/2025 antara lain Ketua Umum Hendrik Halomoan Sitompul, Sekretaris Umum Lundu Sitohang, Sekretaris I Hotman Manalu, serta Bendahara Umum Jaruddin Silvianus Simarmata, beserta jajaran pengurus lainnya. [romulo]
