![]() |
| Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri pengungkapan narkoba di Mapolrestabes Medan. (foto/ist) |
“Atas nama Pemko Medan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Berbagai kasus berhasil diungkap. Ini kerja nyata yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Rico.
Dalam konferensi pers tersebut, aparat menampilkan sejumlah barang bukti, mulai dari sabu, pil ekstasi, ganja, pil Happy Five, hingga cairan liquid vape yang mengandung zat berbahaya. Barang bukti tersebut menjadi gambaran keseriusan aparat dalam memberantas peredaran narkotika di Kota Medan.
Rico menilai keberhasilan itu merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, respons cepat atas laporan warga serta konsistensi penindakan menjadi kunci terciptanya situasi keamanan yang kondusif.
Ia memberi perhatian khusus pada temuan narkotika jenis baru berbentuk liquid vape yang dinilai berisiko tinggi bagi generasi muda. “Ini sangat berbahaya karena bentuknya menyerupai produk umum. Dampaknya merusak fisik, mental, dan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Selain pemberantasan narkoba, Pemerintah Kota Medan bersama kepolisian juga memperkuat pengawasan tempat hiburan malam guna memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai aturan. Pelanggaran, kata Rico, akan ditindak tegas.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak memaparkan capaian kinerja jajarannya. Selama 100 hari, pihaknya mengungkap 526 kasus narkotika dengan 718 tersangka.
“Jenis narkoba yang diamankan meliputi sabu, ganja, pil ekstasi, pil Happy Five, hingga liquid vape mengandung narkotika serta ratusan botol minuman beralkohol,” jelasnya.
Rico menambahkan, situasi keamanan Kota Medan juga menunjukkan tren positif. Angka kejahatan jalanan kategori 3C tercatat menurun 14 persen, dari 1.805 laporan menjadi 1.545 laporan.
Menurutnya, penurunan tersebut menjadi indikator kuat bahwa sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat berjalan efektif. Pemko Medan pun berkomitmen melanjutkan upaya pencegahan melalui pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
“Keamanan bukan hanya soal penindakan, tetapi juga bagaimana kita membangun lingkungan yang sehat dan sejahtera. Sinergi ini akan terus kami perkuat,” pungkasnya. [eko brahma]
