![]() |
| Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. (foto/ist) |
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan itu, Rico Waas menegaskan keterbukaannya menerima saran dan gagasan dari berbagai elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan Kota Medan.
Rico Waas mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi dengan para senior KAHMI yang menurutnya memiliki rekam jejak dan pengalaman panjang dalam pembangunan di Sumatera Utara, termasuk di Kota Medan.
“Alhamdulillah, saya bisa hadir dan bertemu dengan senior-senior yang sepak terjangnya tidak diragukan lagi dalam pembangunan di Sumatera Utara, termasuk Kota Medan,” ujar Rico Waas.
Ia menilai para alumni HMI yang tergabung dalam KAHMI memiliki pengalaman dan kapasitas yang besar untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan daerah. Karena itu, dirinya berharap KAHMI Sumut dapat terus memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan Kota Medan.
“Saya sebagai adik tentu sangat berharap ada banyak kontribusi pemikiran dari KAHMI Sumut. Kita perlu duduk bersama dan berdiskusi demi kemajuan kota ini,” katanya.
Rico Waas menegaskan, sebagai kepala daerah dirinya membuka diri untuk menerima saran terbaik dari berbagai pihak. Menurutnya, Kota Medan sebagai kota besar dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa membutuhkan kolaborasi dan partisipasi dari banyak elemen untuk terus berkembang.
Ia menyampaikan, latar belakangnya sebagai profesional membuat dirinya sangat membutuhkan masukan dari berbagai kalangan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan kota.
“Saya masuk menjadi Wali Kota dari kalangan profesional. Karena itu, tentu saya membutuhkan banyak masukan dan pandangan untuk membangun Kota Medan,” ujarnya.
Rico Waas menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan di lingkungan Pemerintah Kota Medan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah hingga kepala lingkungan.
Menurutnya, aparatur pemerintah harus terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Ia juga menegaskan tidak akan memberikan perlindungan bagi pihak-pihak yang melakukan pelanggaran hukum.
“Semua harus berubah menjadi lebih baik. Jika ada yang melakukan kesalahan atau melanggar hukum, tentu tidak mungkin dilindungi,” tegasnya dalam kegiatan yang berlangsung di Sekretariat KAHMI Sumut itu.
Rico Waas bahkan mengungkapkan bahwa sejak dilantik sebagai Wali Kota Medan, ia langsung memikirkan bagaimana meninggalkan warisan kinerja yang baik bagi kota ini.
“Saat saya dilantik, yang langsung saya pikirkan adalah kapan saya pensiun. Artinya, saya ingin memastikan selama masa jabatan ini bisa memberikan yang terbaik bagi Kota Medan,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa tantangan pembangunan di kota besar seperti Medan tidaklah sederhana. Karena itu, ia kembali menekankan pentingnya saran dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk KAHMI Sumut.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Utara Rusdi Lubis menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Medan dalam kegiatan silaturahmi tersebut.
Salah satu hal yang disampaikannya adalah pentingnya pendataan yang akurat terhadap masyarakat fakir miskin di Kota Medan agar program bantuan dapat lebih tepat sasaran.
“Banyak masyarakat yang sebenarnya ingin membantu fakir miskin. Karena itu, perlu dilakukan inventarisasi yang lebih baik terhadap data fakir miskin di Kota Medan,” ujarnya.
Rusdi juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan Rico Waas meninggalkan jejak yang baik bagi Kota Medan. "Kami berharap kepemimpinan Wali Kota dapat meninggalkan sejarah yang berkesan bagi Kota Medan,” katanya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah singkat yang disampaikan oleh Ustad Heriansyah. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah.
Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut, yang menjadi momentum silaturahmi antara Pemerintah Kota Medan dan keluarga besar KAHMI Sumatera Utara. [eko brahma]
