![]() |
| Wali Kota Medan Rico Waas didampingi Wakil Wali Kota Zakiyuddin. (foto/ist) |
Godfried menilai, selama satu tahun kepemimpinan, Wali Kota Medan belum menunjukkan kinerja signifikan dalam menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di Kota Medan.
“Sejak 2025 memimpin, pelaksanaan program belum menunjukkan hasil maksimal. Salah satu contohnya adalah persoalan banjir yang hingga kini belum teratasi,” ujar Godfried usai Rapat Paripurna penyampaian hasil pembahasan Pansus LKPJ TA 2025, Senin (27/4/2026).
Ia juga menyoroti penanganan banjir besar yang terjadi pada November 2025. Menurutnya, manajemen penanganan pascabencana dinilai belum optimal.
Selain itu, Godfried menyebut sejumlah indikator lain yang menjadi catatan DPRD, di antaranya tingginya angka inflasi di Kota Medan, persoalan pengangguran, serta maraknya tindak kriminal seperti begal, tawuran, dan peredaran narkoba. “Masalah-masalah tersebut hingga saat ini belum menunjukkan penyelesaian yang signifikan,” katanya.
Menurutnya, Kota Medan sebagai salah satu kota besar dengan masyarakat heterogen membutuhkan kepemimpinan yang kuat, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi konkret.
“Kota besar seperti Medan membutuhkan terobosan dan inovasi. Yang terlihat saat ini, program yang berjalan masih bersifat rutinitas tanpa adanya langkah baru yang signifikan,” ujarnya.
Godfried menambahkan, berbagai persoalan seperti pengangguran, kemiskinan, pengelolaan sampah, hingga banjir masih menjadi keluhan masyarakat yang kerap disampaikan dalam kegiatan reses DPRD.
Ia menegaskan, rekomendasi DPRD melalui Pansus LKPJ diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Medan untuk memperbaiki kinerja ke depan.
“Rekomendasi ini penting sebagai bahan perbaikan agar kinerja pemerintah daerah ke depan lebih efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya. [romulo]
