![]() |
| Bupati Simalungun Hadiri Pesta Parerean/Tugu Tambak Pomparan Op Bima Sinaga di Kecamatan Hatonduhan. (foto/ist) |
Kehadiran bupati dinilai sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat dan penguatan nilai kekeluargaan masyarakat.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat. Turut mendampingi antara lain Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, Ketua DPRD Simalungun Sugiarto, tokoh agama dan adat, serta perwakilan organisasi perangkat daerah.
Rombongan bupati disambut melalui prosesi adat manomu-nomu sebagai simbol penghormatan kepada tamu kehormatan. Setelah penyambutan, bupati berinteraksi langsung dengan keluarga besar Bona Uli Rajaguguk dan Pomparan Op Bima Sinaga.
Bupati Anton Achmad Saragih menyampaikan bahwa pendirian tugu tambak tidak sekadar simbol fisik, tetapi memiliki nilai historis dan filosofis sebagai penanda asal-usul keluarga serta warisan bagi generasi mendatang.
“Kita patut bersyukur dapat berkumpul dalam momen ini. Tugu yang didirikan akan menjadi pengingat sejarah dan identitas keluarga bagi anak cucu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelestarian adat dan budaya penting dijaga di tengah arus modernisasi karena menjadi perekat persatuan masyarakat.
Sebagai bentuk penghormatan, bupati menyerahkan ulos kepada keluarga besar Bona Uli Rajaguguk. Pemberian ulos tersebut dimaknai sebagai doa restu dan simbol kasih sayang dalam tradisi Batak.
Perwakilan keluarga, Bona Uli Rajaguguk, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah daerah. Ia berharap kebersamaan tersebut semakin mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama unsur Forkopimda, tokoh adat, serta keluarga besar Pomparan Op Bima Sinaga. Acara mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan dan kelestarian budaya yang masih terjaga di tengah masyarakat setempat.[zai]
