![]() |
| Bunda Literasi Kabupaten Asahan, Yusnila Indriati Taufik. (foto/ist) |
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan literasi di tingkat kecamatan dan desa guna mendorong budaya gemar membaca di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Ilham, Camat Meranti Resmanto Tambunan, para kepala desa se-Kecamatan Meranti, pengurus Bunda Literasi, serta tamu undangan lainnya.
Dalam arahannya, Yusnila Indriati Taufik menekankan pentingnya peran Bunda Literasi sebagai motor penggerak budaya baca di berbagai kalangan, baik melalui kegiatan langsung maupun pemanfaatan media.
Ia juga meminta Bunda Literasi Kecamatan Meranti untuk menjadi figur teladan (role model) dalam membudayakan kegemaran membaca di lingkungan masyarakat.
Selain itu, Yusnila menegaskan perlunya koordinasi aktif dengan berbagai pihak, seperti penyelenggara literasi, komunitas, organisasi profesi dan nonprofesi, serta masyarakat dalam mendukung pengembangan literasi.
“Bunda Literasi harus mampu bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dinas Perpustakaan, dalam menjalankan program literasi yang berdampak pada pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar kegiatan sosialisasi literasi terus digencarkan di wilayah kerja masing-masing, serta memberikan masukan dalam penyusunan program yang berkaitan dengan peningkatan budaya baca.
Menurutnya, penguatan literasi tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan keterampilan.
“Saya berharap Bunda Literasi yang baru dilantik dapat menjalankan enam pilar utama Bunda Literasi guna mewujudkan masyarakat Asahan yang cerdas, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.[ismanto panjaitan]
