![]() |
| Pihak kepolisian melakukan olah TKP sekaligus mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit. (foto/ist) |
Kapolsek Air Putih AKP Rahmad R. Hutagaol didampingi Kasat Reskrim Polres Batu Bara AKP Masagus mengatakan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 12.30 WIB setelah rekan kerja korban datang ke lokasi untuk bekerja, namun mendapati toko masih dalam keadaan tertutup.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, salah seorang saksi bernama Dinda Selvira Manalu telah datang ke lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan berupaya menghubungi salah satu korban melalui telepon. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat respons.
Karena merasa curiga, pemilik usaha meminta bantuan warga sekitar untuk membuka pintu ruko. Setelah pintu berhasil dibuka sekitar pukul 12.30 WIB, para korban ditemukan berada di dalam ruangan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera meminta pertolongan warga dan melaporkannya kepada Polsek Air Putih. Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam insiden tersebut, dua pekerja dinyatakan meninggal dunia, yakni RR (24), warga Kota Tebing Tinggi, dan AA (22), warga Kabupaten Serdang Bedagai. Sementara dua korban lainnya, M (22) dan DCA (17), berhasil dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan medis di RSUD Bidadari Kabupaten Batu Bara.
Dari hasil penyelidikan awal, diketahui pada Jumat malam terjadi pemadaman listrik di kawasan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, diduga digunakan generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan.
Polisi menduga para korban kemungkinan terpapar asap atau gas buang mesin genset yang berada di sekitar lokasi. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut.
Personel kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, pendokumentasian lokasi kejadian, koordinasi dengan pihak terkait, hingga membawa korban ke RSUD Bidadari untuk dilakukan pemeriksaan Visum et Repertum (VER). Petugas juga telah menghubungi pihak keluarga masing-masing korban.
Sementara itu, pihak keluarga korban diketahui tidak memberikan persetujuan untuk dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan secara resmi.
Hingga kini, Polres Batu Bara masih melakukan pendalaman kasus dengan memeriksa sejumlah saksi serta menunggu hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab pasti kematian para korban.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena terjadi di kawasan usaha yang cukup padat di wilayah Indrapura. Aparat mengimbau masyarakat untuk memastikan penggunaan genset dilakukan sesuai standar keselamatan, terutama terkait sirkulasi udara dan pembuangan gas buang, guna mencegah terjadinya insiden serupa.(zein)]
