![]() |
| Bupati Baharuddin Beri Kata Sambutan (Foto/Ist) |
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Batu Bara Periode 2026–2031 di Aula Rumah Dinas Bupati Batu Bara, Komplek Perumahan Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Rabu (3/6/2026).
Menurut Baharuddin, komitmen Pemkab Batu Bara terhadap pelayanan kesehatan dapat dilihat dari akses BPJS dan layanan berobat gratis yang terus dirasakan masyarakat.
"Hingga hari ini belum ada berdering telepon saya terkait orang sakit yang susah berobat, khususnya dalam pengurusan BPJS," ujarnya.
Ia menilai pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan. Karena itu, pemerintah daerah tetap menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama dalam kebijakan pelayanan publik.
Selain kesehatan, Baharuddin mengatakan Pemkab Batu Bara juga terus memperhatikan kesejahteraan kelompok masyarakat yang selama ini berperan penting di lingkungan sosial dan keagamaan.
Di tengah kebijakan efisiensi, perhatian terhadap marbot masjid, tukang gali kubur, pendeta, dan unsur masyarakat lainnya tetap menjadi bagian dari program yang dijalankan pemerintah daerah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Baharuddin juga menerima penghargaan dari JMSI sebagai Sahabat Pers. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya terhadap kemerdekaan pers dan keterbukaan informasi.
Dalam sambutannya, Baharuddin berharap JMSI Batu Bara dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam menyebarluaskan informasi pembangunan dan menghadirkan pemberitaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam bermedia dan menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional.
"Bermedia sosial secara bijak, menyampaikan kondisi secara objektif dan berimbang. Jangan membuat pemberitaan yang tendensius, utamakan perbaikan dan teguran konstruktif," tegasnya.
Sementara itu, Ketua JMSI Batu Bara terpilih, Subari S.Sos, menyatakan organisasinya siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Namun, ia menekankan bahwa sinergi yang dibangun harus didukung komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan.
Menurut Subari, keterbukaan informasi menjadi kunci agar hubungan antara pemerintah dan media tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal senada disampaikan Ketua JMSI Sumatera Utara, Rianto SH MH. Ia menegaskan bahwa pemilik media, khususnya di Kabupaten Batu Bara, harus tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan regulasi yang ditetapkan Dewan Pers.
Rianto juga mengajak Pemerintah Kabupaten Batu Bara untuk membangun sinergi yang inklusif dengan seluruh media.
Menurutnya, kemitraan yang sehat lahir dari komunikasi yang terbuka, saling menghormati fungsi masing-masing, serta tetap berpegang pada aturan dan etika pers yang berlaku. [subari]
