![]() |
| Sejumlah kendaraan ringsek di badan jalan dan warga membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. (foto/ist) |
Peristiwa tersebut diduga dipicu sebuah truk Fuso pengangkut air mineral bernomor polisi BK 8453 SG yang mengalami rem blong saat melaju dari arah Kabupaten Karo menuju Kota Medan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, akibat kehilangan fungsi pengereman, truk tersebut menghantam sejumlah kendaraan yang berada di depannya maupun kendaraan dari arah berlawanan.
"Untuk sopir truk saat ini telah diamankan di Polsek Pancur Batu untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Calvijn dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan data sementara kepolisian, kecelakaan tersebut mengakibatkan 12 korban. Empat orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan delapan lainnya mengalami luka ringan.
Seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan untuk mendapatkan penanganan medis dan proses identifikasi.
Adapun kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut meliputi:
- Truk Box Colt Diesel Isuzu warna putih BK 8691 XK;
- Truk Colt Diesel Mitsubishi warna kuning BL 8609 TB;
- Daihatsu Xenia warna hitam BK 1169 SZ;
- Toyota Avanza warna merah (nomor polisi masih dalam pendataan);
- Mitsubishi Pajero warna hitam BK 1092 AFH;
- Suzuki Escudo warna biru BK 1745 ZO;
- Sepeda motor tanpa pelat nomor;
- Mobil penumpang (mopen) Mitsubishi Sampri warna hijau BK 1905 EH; dan
- Truk Fuso Hino warna hijau BK 8453 SG yang mengangkut air mineral.
Hingga berita ini diterbitkan, Satlantas Polrestabes Medan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Sementara itu, dugaan rem blong sebagai pemicu kecelakaan masih akan didalami melalui pemeriksaan terhadap sopir, kondisi kendaraan, serta hasil olah TKP.
Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas di jalur nasional Medan-Berastagi sempat mengalami kemacetan panjang selama proses evakuasi kendaraan dan korban berlangsung.[romulo]
