![]() |
| Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tewas ledakan di bawah reruntuhan bangunan rumah. (foto:mm/ist) |
Tim SAR Gabungan yang dikerahkan ke lokasi kejadian berhasil mengevakuasi satu orang korban meninggal dunia, Selasa (21/7/2026) dinihari. Korban diidentifikasi bernama Jesika, yang merupakan istri dari pemilik rumah. Jasad Jesika ditemukan petugas di area kamar mandi lantai dua di bawah tumpukan reruntuhan bangunan.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu lama. Akses menuju posisi para korban sangat sulit akibat material bangunan lantai dua dan lantai tiga yang rubuh total, sehingga mempersempit ruang gerak tim penyelamat.
"Tim SAR sempat memberhentikan sementara proses pencarian karena akses yang sangat rawan dan berbahaya. Namun setelah mengerahkan alat berat dan perlengkapan lengkap dari Dinas PU, pengisiran di lantai dua kembali dilanjutkan hingga korban pertama berhasil kita evakuasi," ujar Kakansar Medan, Heri Marantika.
Dua Korban Masih Tertimbun Reruntuhan
Berdasarkan data di lapangan, ledakan tersebut berdampak pada enam orang yang berada di lokasi saat kejadian, yakni: 1 Orang tua pemilik rumah, 1 Balita, 1 Kurir paket (yang baru saja mengantarkan pesanan), Jesika istri pemilik rumah (meninggal dunia), 1 Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan 1 Babysitter, keduanya belum ditemukan.
Saat ini, fokus utama Tim SAR Gabungan adalah menemukan dua korban lainnya, yaitu PRT dan babysitter, yang diduga kuat masih tertimbun di lantai dua.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak menyatakan bahwa personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas PU, hingga Tim Medis masih terus bersiaga dan berupaya menembus puing-puing bangunan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan penyisiran hati-hati sembari mengamankan area sekitar lokasi guna mengantisipasi bahaya susulan. Penyebab pasti ledakan dahsyat tersebut juga masih dalam pendalaman oleh pihak kepolisian.[rasid]
