![]() |
| Massa Aksi di Kantor PLN Pusat Desak Direksi Dicopot Imbas Pemadaman Listrik. (foto/ist) |
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas pemadaman listrik bergilir dan gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Massa datang menggunakan bus dan kendaraan bak terbuka. Setibanya di lokasi, mereka berkumpul di depan pintu masuk kantor PLN sambil membentangkan spanduk dan menyampaikan tuntutan melalui mimbar bebas. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian.
Dalam aksi tersebut, demonstran juga memasang spanduk bertuliskan "Kantor Ini Disegel" di pagar depan kantor sebagai simbol protes. Sejumlah spanduk lain berisi kritik terhadap kinerja jajaran direksi PLN turut dibentangkan selama aksi berlangsung.
Koordinator aksi menyampaikan sedikitnya tiga tuntutan utama kepada PT PLN (Persero) dan pemerintah.
Pertama, massa meminta Direksi PT PLN (Persero) menyampaikan pertanggungjawaban secara terbuka kepada masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Mereka juga meminta penjelasan mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan yang telah dilakukan, serta jaminan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kedua, demonstran mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pengawas yang berwenang melakukan audit serta investigasi menyeluruh terhadap tata kelola operasional sistem kelistrikan PLN. Menurut mereka, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Ketiga, massa meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi jajaran direksi PT PLN (Persero). Mereka menyatakan, apabila dalam waktu 3 x 24 jam gangguan pasokan listrik di Sumatera dan Kalimantan belum dapat diatasi, Presiden diminta mempertimbangkan pencopotan direksi PLN.
"Kami meminta seluruh pihak yang berwenang menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini," ujar koordinator aksi dalam orasinya.
Selama aksi berlangsung, tidak ada anggota direksi PT PLN (Persero) yang menemui massa secara langsung. Namun, sekitar 10 orang perwakilan demonstran akhirnya diterima untuk menyampaikan aspirasi melalui mekanisme audiensi atau negosiasi dengan pihak perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari PT PLN (Persero) terkait tuntutan yang disampaikan massa maupun tanggapan atas aksi unjuk rasa tersebut. Redaksi akan memperbarui informasi setelah memperoleh konfirmasi dari pihak PLN. [rasid]
