Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan dialog dan koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kota Medan, mulai dari pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, hingga kepala puskesmas, guna mempercepat penanggulangan TBC sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas menegaskan komitmen Pemko Medan untuk mempercepat penanggulangan TBC melalui penguatan deteksi dini, peningkatan cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), pemanfaatan teknologi kesehatan, serta penambahan anggaran penanganan penyakit tersebut secara bertahap.
Menurutnya, penanganan TBC harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pasien yang telah terdiagnosis, tetapi juga anggota keluarga dan kontak erat guna memutus mata rantai penularan.
"Kita tidak boleh hanya fokus pada pasien yang sakit. Keluarga dan orang yang kontak erat juga harus diperiksa serta diberikan edukasi agar penularan dapat dihentikan," kata Rico Waas yang hadir didampingi Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap dan Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman.
Rico Waas menjelaskan, berkat dukungan Kementerian Kesehatan, Pemko Medan kini telah memiliki perangkat X-ray portable yang dapat digunakan untuk pemeriksaan langsung di lapangan tanpa harus membawa masyarakat ke rumah sakit.
Menurutnya, perangkat tersebut menjadi terobosan penting karena mudah dibawa dan mampu menghasilkan citra radiologi secara cepat. Bahkan, hasil pemeriksaan dapat dianalisis menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memberikan gambaran awal kondisi paru-paru pasien sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis.
"Teknologi ini sangat membantu proses skrining. Hasil foto bisa langsung dianalisis sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat," ujarnya.
Selain memperkuat fasilitas kesehatan, Pemko Medan juga terus meningkatkan alokasi anggaran penanganan TBC. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mencapai target eliminasi TBC.
"Kita harus bekerja bersama agar masyarakat memahami bahwa TBC adalah penyakit menular yang bisa dicegah dan disembuhkan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat mendukung target Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas TBC di Indonesia," katanya.
Sementara itu, Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya penelusuran aktif (tracing) terhadap keluarga dan kontak erat pasien TBC, bukan hanya menunggu masyarakat datang memeriksakan diri.
"Kalau screening itu ibarat memancing ikan di laut. Tapi tracing fokus pada orang-orang yang serumah dengan penderita TBC agar semuanya diperiksa," ujarnya.
Untuk mempercepat penemuan kasus, Kementerian Kesehatan menargetkan sebanyak 66.100 warga Kota Medan yang pernah melakukan kontak dengan pasien TBC mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 661 lokasi hingga akhir November 2026. Sementara di tingkat Sumatera Utara, program tersebut ditargetkan berlangsung di 3.640 lokasi.
Kementerian Kesehatan juga berencana menambah jumlah X-ray portable dari 34 unit menjadi sekitar 40 hingga 50 unit, serta menyiapkan dua kader TBC di setiap desa dan kelurahan guna membantu penelusuran kasus.
Wamenkes menegaskan keberhasilan program tersebut bergantung pada sinergi pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat menyiapkan anggaran, data, serta layanan pemeriksaan, sedangkan pemerintah daerah bertugas menggerakkan masyarakat agar memanfaatkan layanan CKG.
Selain Kota Medan, Wamenkes dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun untuk memperkuat percepatan penanganan TBC. Pemerintah optimistis capaian CKG di Sumatera Utara dapat mendekati 90 persen hingga akhir tahun.
Di kesempatan yang sama, Wamendagri Akhmad Wiyagus mengatakan kehadirannya bertujuan memastikan kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan TBC berjalan selaras dengan perencanaan di daerah. Ia juga mengapresiasi komitmen Pemko Medan yang telah memasukkan penanganan TBC ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
"Kehadiran Pak Wamenkes di sini semakin memperkuat aspek teknisnya. Saya berharap pemerintah daerah terus meningkatkan upaya yang telah berjalan sehingga masyarakat Kota Medan dapat terbebas dari tuberkulosis," ujar Akhmad Wiyagus.[eko brahma]
