![]() |
| Ketua Dekranasda Kota Medan, Airin Rico Waas bersama perwakilan Uniqlo meninjau produk-produk unggulan UMKM Kota Medan. (foto/ist) |
Kurasi berlangsung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan, Kamis (20/8/2026), sebagai bagian dari persiapan Showcase Uniqlo Neighborhood Collaboration.
Beragam produk UMKM ditinjau langsung, mulai dari kain ulos, makanan, aksesori, parfum, diffuser, pengharum ruangan dan mobil, cerutu, minyak Karo, minyak kemiri, sabun handmade, tas, tudung saji hingga kerajinan berbahan eco print.
Airin mengatakan, kurasi tersebut bertujuan memperkenalkan potensi UMKM Kota Medan sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
“Karena kurasinya UMKM, jadi saya ajak lokasinya langsung di Mustika Deli supaya Pak Christopher dan Bu Rika sekalian melihat UMKM kita yang lainnya,” ujar Airin.
Menurutnya, produk lokal harus memiliki identitas, kualitas dan keunikan yang kuat. Pelaku UMKM juga didorong terus berinovasi, memperbaiki kemasan serta mengembangkan varian produk agar mampu bersaing.
“Kita ingin produk UMKM Kota Medan punya identitas, punya kualitas, dan punya keunikan. Ketika orang melihat atau menggunakan produk tersebut, mereka bisa langsung mengenal bahwa ini adalah produk khas Kota Medan,” katanya.
Perwakilan Uniqlo, Christopher Mogot, mengapresiasi keberagaman produk UMKM yang dikurasi. Ia menilai Mustika Deli berpotensi dikembangkan sebagai pusat oleh-oleh khas Kota Medan.
“Bagus banget. Aku yakin ini ke depannya bisa menjadi tempat oleh-oleh khas di Kota Medan. Produk-produknya juga pilihannya bagus-bagus,” ujar Christopher.
Dalam proses kurasi, pihak Uniqlo mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk kerapian, variasi produk serta kemampuan pelaku UMKM memanfaatkan media sosial untuk pemasaran.
“Yang pasti kita lihat pertama kerapian produknya, kedua variasinya. Ketiga, salah satu yang paling utama adalah Instagram-nya rapi atau tidak. Kita juga ingin mendorong UMKM untuk melek digital marketing,” jelasnya.
Christopher berharap kolaborasi tersebut dapat membantu UMKM Kota Medan naik kelas, meningkatkan pendapatan, hingga membuka peluang pemasaran kepada wisatawan mancanegara dan pasar ekspor.
“Harapannya pastinya naik kelas. Semoga ke depannya menjadi ajang untuk membuka kesempatan baru, mungkin bisa dijadikan oleh-oleh khas untuk foreigner, turis, atau lebih baik lagi ekspor,” katanya.
Salah satu pelaku UMKM aksesori, Dina, mengaku gugup ketika mengetahui produknya akan menjalani kurasi oleh Uniqlo. Ia berharap aksesori berupa bros yang diproduksinya dapat terpilih untuk ditampilkan dalam showcase.
“Awalnya dikabarin dari pihak Dekranasda Kota Medan memang deg-degan, karena mau dikurasi dari Uniqlo sendiri. Semoga produk yang saya buat bisa masuk ke showcase Uniqlo,” ujarnya.
Airin dalam kegiatan tersebut didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Hendra Ridho Gunawan Siregar. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat daya saing dan memperluas akses pasar produk UMKM Kota Medan.[eko brahma]
