![]() |
| Bupati Asahan Taufik ZA bermsa unsur forkopimda memukul rebana sebagai dibukanya FSQ Asahan 2026. (foto/ist) |
Festival yang berlangsung hingga 2 Oktober 2026 tersebut diikuti 626 peserta dari 25 kecamatan. Peserta terdiri dari 280 putra dan 346 putri.
FSQ Kabupaten Asahan 2026 mengusung tema “Dengan Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026, Mari Kita Bangun Sumber Daya Manusia melalui Pelestarian Seni Budaya Islam Sejak Dini.”
Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga cabang yang diperlombakan, yakni Rebana Klasik, Bintang Vokalis, dan Pop Religi. Peserta terbaik nantinya akan mewakili Kabupaten Asahan pada FSQ Tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Asahan Mohammad Azmy Ismail mengatakan, FSQ merupakan program yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat desa atau kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.
Pelaksanaan FSQ Kabupaten Asahan 2026 berpedoman pada Keputusan Bupati Asahan Nomor 100.3.3.2-90.2-1.3 Tahun 2026 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara, Dewan Pengawas, Dewan Juri, dan Panitera FSQ Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026.
Bupati Taufik mengajak seluruh peserta mengikuti festival dengan semangat dan menampilkan kemampuan terbaik. Menurutnya, FSQ juga menjadi sarana untuk melihat hasil pembinaan yang telah dilakukan secara berjenjang.
“Manfaatkan momentum ini untuk menunjukkan hasil latihan yang telah dilakukan selama ini, sekaligus saling mengenal dan membangun hubungan baik dengan sesama peserta yang memiliki minat dan bakat yang sama,” ujar Taufik.
Taufik mengatakan, pelaksanaan FSQ sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Asahan, yakni mewujudkan Kabupaten Asahan yang sejahtera, religius, maju dan berkelanjutan.
Menurutnya, seni qasidah dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung terwujudnya masyarakat yang religius. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menyukseskan FSQ dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
FSQ Kabupaten Asahan 2026 resmi dibuka setelah Taufik melakukan penabuhan rebana. Pembukaan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan juri, panitera, serta undangan lainnya.[ismanto panjaitan]
