Dorongan tersebut disampaikan saat DPRD Medan menerima jajaran PT Pelindo Regional I Cabang Belawan yang dipimpin Zainuddin di Gedung DPRD Medan, Selasa (29/9/2026). Pertemuan itu membahas sejumlah persoalan dan aspirasi masyarakat, termasuk kebutuhan lahan pemakaman, pembangunan SMP Negeri, serta rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
Hadi Suhendra mengatakan, kebutuhan lahan pemakaman menjadi salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat Medan Belawan. Menurutnya, keterbatasan lahan membuat warga kesulitan memperoleh tempat pemakaman bagi anggota keluarga yang meninggal dunia.
“Saat ini warga Belawan ketika sudah meninggal selalu kesulitan mendapatkan lahan untuk tempat kuburan. Sudah banyak orang meninggal terpaksa dikubur dengan berlapis karena ketiadaan lahan,” ujar Suhendra.
Selain pemakaman, Hadi meminta Pelindo mempertimbangkan penyediaan lahan untuk pembangunan SMP Negeri dan Rusunawa. Menurutnya, keberadaan sekolah negeri diperlukan karena sebagian warga kesulitan menyekolahkan anak di sekolah swasta maupun mengakses sekolah negeri yang lokasinya relatif jauh.
Sementara itu, HT Bahrumsyah meminta Pelindo dapat mendukung kebutuhan pembangunan di kawasan Medan Utara, termasuk melalui pemanfaatan lahan yang belum produktif. Ia juga mendorong kolaborasi Pelindo dan Pemko Medan dalam mengembangkan kawasan Belawan, termasuk kawasan pesisir yang dinilainya memiliki potensi menjadi ruang publik dan ikon kota.
“Seperti pesisir pantai Belawan dapat dijadikan halaman depan Kota Medan seperti Pantai Losari di Makassar,” kata Bahrumsyah.
Bahrumsyah juga meminta lahan milik Pelindo yang kosong dan tidak produktif tidak dibiarkan menjadi kawasan kumuh. Menurutnya, lahan tersebut dapat diberdayakan untuk mendukung kepentingan masyarakat maupun program pembangunan pemerintah daerah.
Anggota DPRD Medan lainnya, Zulham Effendy, berharap Pelindo dapat menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Selain persoalan lahan pemakaman, ia juga meminta dukungan terhadap perbaikan infrastruktur jalan serta upaya bersama menangani persoalan tawuran di kawasan Medan Belawan.
“Mari sama-sama memperhatikan keluhan masyarakat karena Pemko Medan juga punya keterbatasan,” ucap Zulham.
Menanggapi usulan tersebut, Zainuddin mengatakan aspirasi dan hasil diskusi bersama DPRD Medan akan disampaikan kepada pimpinan Pelindo. Ia menyebut, terdapat kemungkinan pemanfaatan lahan melalui skema pinjam pakai, namun keputusan lebih lanjut masih harus dibahas di internal Pelindo.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir sejumlah perwakilan Pelindo, di antaranya Sunar Dedy, Fadillah, Amar, Nuri dan Bobby.[romulo]
