| Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meluncurkan lima aplikasi inovasi pelayanan publik. (foto/ist) |
Inovasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, efisien, dan terintegrasi bagi masyarakat.
Peluncuran lima aplikasi tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Rico Waas bersama Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi dan sejumlah pimpinan perangkat daerah di Balai Kota Medan, Kamis (10/9/2026).
Kelima inovasi yang diluncurkan yakni PENGAWASMU (Pengawasan Medan Untuk Semua) dari Inspektorat Kota Medan, FAST TRACK PD dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), SOREDAY (Stay One More Day) dari Dinas Pariwisata, SITANGKAS dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta SIP-KURASI dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan.
PENGAWASMU merupakan inovasi digital untuk pengawasan internal, pemantauan tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan, konsultasi daring, whistleblowing system, pengelolaan data pengawasan, hingga penyajian informasi kinerja secara terpusat. Sementara FAST TRACK PD dirancang sebagai sistem monitoring perizinan dan investasi secara terpadu.
Adapun SOREDAY menjadi platform digital informasi pariwisata yang mudah, cepat, dan terpusat untuk mendukung promosi destinasi sekaligus mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal di Kota Medan. SITANGKAS mengintegrasikan BPBD dengan petugas kecamatan dan kelurahan dalam pelaporan, pemantauan, serta pengelolaan data penanggulangan bencana secara real time.
Sedangkan SIP-KURASI dikembangkan untuk memudahkan pendataan dan pendampingan UMKM berbasis data melalui proses kurasi produk serta penyaluran bantuan yang lebih terukur dan tepat sasaran.
Rico Waas mengapresiasi lahirnya kelima inovasi tersebut karena merupakan hasil gagasan dan kerja aparatur di lingkungan Pemko Medan. Namun, dia mengingatkan agar inovasi yang telah diluncurkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Dari pertama sekali saya memulai menjadi Wali Kota, ini adalah satu dari gagasan yang saya harapkan bisa terjadi. Yaitu semacam kick-off pertama pengintegrasian data dari beberapa OPD yang ada di Kota Medan. Saya harap aplikasi ini akan bermanfaat untuk masyarakat Kota Medan dan untuk kita semuanya,” ujar Rico.
Rico kemudian menginstruksikan agar berbagai layanan publik dan kanal pengaduan masyarakat diintegrasikan ke platform yang sudah akrab digunakan warga, salah satunya WhatsApp. Sistem tersebut nantinya akan didukung teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurut Rico, langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap pola pengembangan aplikasi pelayanan publik di sejumlah kota besar. Dia menilai, aplikasi yang mengharuskan masyarakat mengunduh platform khusus berpotensi memiliki keterbatasan jangkauan karena tidak seluruh warga menggunakannya.
“Melalui skema baru ini, masyarakat Medan kelak tidak perlu lagi mengunduh aplikasi tambahan untuk mengadu atau mengurus administrasi. Cukup mengirim pesan ke nomor WhatsApp resmi Pemko Medan, sistem AI akan merespons secara responsif dan manusiawi layaknya petugas lapangan,” katanya.
Sistem tersebut nantinya diharapkan dapat mengidentifikasi lokasi, mengumpulkan dokumen yang diperlukan, seperti KTP, mencatat detail pengaduan, kemudian meneruskannya kepada perangkat daerah yang berwenang. Dengan mekanisme itu, laporan warga diharapkan dapat langsung ditangani oleh OPD sesuai bidangnya.
“Setiap laporan yang masuk akan terhubung ke dasbor pimpinan, sehingga saya dapat memantau langsung apakah pengaduan sudah ditindaklanjuti atau belum,” ujar Rico.
Sementara itu, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi mengatakan peluncuran lima inovasi tersebut merupakan bagian dari transformasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Program itu juga diarahkan untuk mendukung pemerintahan digital dan Kebijakan Satu Data Indonesia.
“Saat ini kita tengah membangun Medan Satu Data, sebuah ekosistem digital yang mengintegrasikan data sektoral, data kependudukan, hingga data layanan di masing-masing perangkat daerah,” kata Erfin.[eko brahma]