Operasi Pasien Tertunda akibat Obat Anestesi Kosong, Wabup Batu Bara Sidak RSUD

Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD H. OK Arya Zulkarnain, Rabu (28/10/2026), menyusul keluhan terkait

Editor: Admin
Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal berbincang dengan keluarga pasien dalam sidaknya di RSUD OK Arya Zulkarnain, Rabu (28/10/2026). (foto/ist)
BATU BARA – Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD H. OK Arya Zulkarnain, Rabu (28/10/2026), menyusul keluhan terkait tertundanya operasi pasien akibat kekosongan obat anestesi.

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal sekaligus mengevaluasi ketersediaan obat dan tata kelola pengadaan kebutuhan medis di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.

Dalam kunjungannya, Syafrizal menyapa pasien dan meninjau pelayanan rumah sakit. Ia menegaskan perlunya pembenahan regulasi pengadaan obat agar kebutuhan medis tersedia tepat waktu dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Pengadaan obat harus menjadi perhatian serius. Kita akan mengatur regulasinya agar ketersediaan obat lebih terjamin dan pelayanan kepada pasien dapat berjalan lebih optimal,” tegas Syafrizal.

Sebelumnya, Suhartono (58), warga Mangke Lama, mengalami penundaan operasi kelenjar yang dijadwalkan pada Senin (26/10/2026). Penundaan itu terjadi karena stok obat anestesi jenis Propofol di rumah sakit dilaporkan kosong.

Manajemen RSUD menjelaskan, kekosongan tersebut disebabkan keterlambatan pasokan dari distributor resmi melalui sistem e-Katalog. Kondisi itu diperberat oleh meningkatnya kebutuhan obat seiring lonjakan jumlah pasien bedah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain, dr. Yufly Yanza, MKM, menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan keluarganya atas kejadian tersebut.

Ia menjelaskan, keputusan menunda operasi diambil oleh dokter anestesi dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pasien (patient safety).

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pasien dan keluarga. Penundaan dilakukan berdasarkan pertimbangan keselamatan pasien, sementara rumah sakit melakukan koordinasi dan pengadaan darurat untuk mempercepat ketersediaan obat,” ujar Yufly.

Manajemen rumah sakit menyatakan telah memberikan penjelasan kepada keluarga pasien, memantau kondisi pasien, serta menjadwalkan ulang operasi pada Selasa (27/10/2026).

Selain itu, pihak rumah sakit berkomitmen mengevaluasi tata kelola logistik farmasi dan memperbaiki komunikasi internal untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Sidak yang dilakukan Wakil Bupati Batu Bara tersebut diharapkan menjadi momentum pembenahan sistem pengadaan dan distribusi obat, sehingga ketersediaan kebutuhan medis lebih terjamin dan pelayanan kepada pasien dapat berlangsung secara optimal.[subari]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com