![]() |
| Kepala Kejari Medan, Fajar Syah Putra, SH, MH. (foto/ist) |
Kepala Kejari Medan, Fajar Syah Putra, SH, MH, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Senin (10/11/2025).
“Ya, kasus MFF dan anggaran BBM bagi pekerja pengangkut sampah di Kecamatan Medan Polonia sudah selesai kita proses. Dalam waktu dekat akan ada penetapan tersangka,” ujar Fajar.
Menurutnya, penyelidikan dan penyidikan atas dua kasus tersebut telah rampung. Kejaksaan kini tinggal menunggu waktu untuk menetapkan dan menjemput tersangka guna diproses lebih lanjut.
Kasus dugaan korupsi anggaran Medan Fashion Festival (MFF) menjadi sorotan karena nilainya meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022, kegiatan tersebut masih ditangani Dinas Pariwisata Kota Medan dengan anggaran sebesar Rp844 juta. Namun, setelah dialihkan ke Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, anggarannya melonjak menjadi Rp1,99 miliar pada 2023 dan kembali naik menjadi Rp4,85 miliar pada 2024, atau meningkat sekitar 570 persen.
Acara MFF 2024 berlangsung selama empat hari, 10–14 Juli 2024, di Santika Dyandra Convention Hall Medan, berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Benny Iskandar Nasution, diketahui telah dipanggil Kejari Medan untuk dimintai klarifikasi terkait anggaran MFF. “Semuanya hanya titipan,” ujar Benny saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu di Istana Maimun.
Sementara itu, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan BBM untuk pengangkut sampah di Kecamatan Medan Polonia, Kejari Medan menyatakan hasil audit telah menemukan adanya unsur kerugian keuangan negara.
“Perhitungan kerugian negara sudah selesai, dan dalam waktu dekat tersangka akan ditetapkan untuk dimintai pertanggungjawaban hukum,” tegas Fajar. (Abdul Meliala)
