![]() |
| Tapak Suci Kukuhkan Bupati Asahan sebagai Pendekar Madya. (foto/ist) |
Gelar Pendekar Madya Kehormatan Tapak Suci Putra diberikan sebagai bentuk penghormatan atas komitmen Bupati Taufik Zainal Abidin dalam memperkuat nilai keberanian moral, pembelaan terhadap kebenaran, dan penguatan karakter masyarakat.
Prosesi pengukuhan dilakukan di Rumah Dinas Bupati Asahan, dihadiri Pimpinan Wilayah VIII Dewan Pendekar Tapak Suci Sumatera Utara, Ketua PD Muhammadiyah Asahan beserta jajaran pengurus, OPD terkait, serta para tokoh, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju Muktamar Muhammadiyah Ke-49 di Sumatera Utara.
Pimpinan Pusat Tapak Suci Putra Muhammadiyah, H. M. Afnan Hadikusumo, menjelaskan, penghormatan ini merupakan apresiasi nasional kepada figur yang dinilai selaras dengan nilai-nilai Tapak Suci—keberanian, akhlak, keteguhan moral, dan komitmen pada kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa Tapak Suci adalah perguruan seni bela diri berbasis Al-Qur’an dan Sunnah yang bersifat inklusif, menerima siapa pun tanpa memandang latar belakang agama. Prinsip inklusivitas dan nilai persaudaraan ini menjadi fondasi utama peringatan Milad Muhammadiyah tahun ini.
Sementara itu, Bupati Taufik ZA menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Tapak Suci dan Muhammadiyah atas kehormatan yang diberikan.
Ia menegaskan bahwa gelar Pendekar Madya merupakan amanah yang akan dijaga dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi pengingat untuk terus berpegang pada nilai keberanian moral dan membela kebenaran.
Bupati juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi Tapak Suci dan Muhammadiyah dalam membina karakter generasi muda serta memperkuat nilai-nilai keumatan di Kabupaten Asahan.
Tapak Suci bersama jajaran Muhammadiyah di Asahan turut menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam memperkuat pembinaan generasi muda, meningkatkan karakter, serta memperluas kegiatan sosial-keumatan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya visi Asahan Sejahtera, Religius, Maju dan Berkelanjutan, khususnya melalui penguatan sumber daya manusia yang berakhlak, disiplin, dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.[ismanto panjaitan]
