Krisis Air Pascabencana, UNPAB dan KemendiktiSaintek Bantu Warga Terdampak Bencana Langkat

Sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendiktiSaintek), Universi

Editor: Admin
Tim Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) menyalurkan bantuan water filter dan paket sembako kepada warga terdampak bencana di Desa Pematang Cengal dan Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (27/12/2025).(foto:dok UNPAB)
LANGKAT (MM) - Sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendiktiSaintek), Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) melaksanakan Kegiatan Tanggap Darurat Bencana Sumatera Utara melalui skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat KemendiktiSaintek.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam penanganan dampak bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan Sabtu 27 Desember 2025, di Surau Izkaya Al Amin, Desa Pematang Cengal, serta Masjid Nurul Islam, Desa Suka Maju Dusun 9, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Program hibah pengabdian masyarakat diketuai Assoc. Prof. Dr. Elfitra Desy Surya, SE, MM, dengan anggota tim pengabdian Dr. Hasrul Azwar Hasibuan, SE MM, Dr. Erwansyah, SE, MM, dan Dr. Hanifah Mutia Z.N.A., S.Si, MSi.

Pemenuhan Air Bersih

Melalui pendanaan dan fasilitasi dari KemendiktiSaintek, UNPAB menyalurkan water filter (alat penyaring air bersih) kepada masyarakat yang mengalami kesulitan akses air layak konsumsi akibat bencana. Selain itu, masyarakat juga menerima paket sembako sebagai bantuan kebutuhan pokok.

Ketua tim hibah, Assoc. Prof. Dr. Elfitra Desy Surya, SE, MM, menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat.

“Program ini adalah bentuk dukungan pemerintah melalui KemendiktiSaintek yang kami implementasikan langsung di lapangan. Fokus utama kami adalah membantu masyarakat memperoleh akses air bersih yang layak serta meringankan beban kebutuhan dasar pascabencana,” ujar Dr. Elfitra.

Ia menambahkan bahwa keberadaan water filter diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat sebagai solusi jangka menengah terhadap keterbatasan air bersih.

Apresiasi Masyarakat Penerima Manfaat

Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Fahrul, selaku pengurus Surau Izkaya Al Amin, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada UNPAB dan Pemerintah melalui KemendiktiSaintek. Bantuan water filter dan sembako ini sangat membantu masyarakat kami, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” ungkap Fahrul.

Hal serupa disampaikan oleh Ahmad, Kepala Desa Suka Maju, yang menyatakan bahwa kehadiran UNPAB membawa dampak positif bagi warga desa.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Desa Suka Maju, kami mengucapkan terima kasih kepada UNPAB serta KemendiktiSaintek. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang terdampak bencana,” ujar Ahmad.

Komitmen UNPAB Mendukung Program Pemerintah

Melalui hibah pengabdian masyarakat yang didukung oleh KemendiktiSaintek, UNPAB menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjalankan program kemanusiaan, penguatan ketahanan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan sosial, khususnya di wilayah Sumatera Utara.[rel]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com