Menanggapi keluhan tersebut, Binsar Simarmata menyatakan optimistis pembangunan kanal di sepanjang Jalan Ngumban Surbakti dapat menjadi solusi utama untuk mengatasi banjir di wilayah Kecamatan Medan Selayang dan Medan Baru.
“Pembangunan kanal atau kanalisasi ini merupakan salah satu solusi untuk mengurai banjir, khususnya di kawasan Koserna dan sekitarnya. Kita perlu bersama-sama mendorong agar kanal di Jalan Ngumban Surbakti segera direalisasikan,” ujar politisi Partai Perindo tersebut.
Menurut Binsar, kanal tersebut berfungsi mengalirkan volume air dari kawasan Medan Tuntungan menuju Sungai Babura. Oleh sebab itu, ia menilai pembangunan kanal harus dibarengi dengan normalisasi Sungai Babura agar kapasitas tampung air dapat ditingkatkan.
“Usulan pembangunan kanal ini akan kami masukkan sebagai pokok pikiran DPRD dalam perencanaan kerja Pemerintah Kota Medan. Saya juga meminta agar hal ini dibahas dalam Musrenbang kecamatan,” katanya.
Selain persoalan banjir, Binsar juga menyerap aspirasi warga terkait kondisi jalan rusak dan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang tidak berfungsi di sejumlah titik wilayah Dapil V.
“Perbaikan jalan tahun ini memang banyak tertunda akibat efisiensi anggaran. Mulai 5 Januari 2026, silakan sampaikan melalui pesan WhatsApp kepada saya terkait jalan dan LPJU yang rusak agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, warga Jalan Pasar 7, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Boru Ginting, mengungkapkan banjir rutin terjadi setiap kali hujan deras turun.
“Cukup satu jam hujan, sepanjang Jalan Pasar 7, khususnya Gang Kantil 25, langsung tergenang. Kondisi ini sudah bertahun-tahun kami alami,” ungkapnya.
Ia juga menyebut genangan air menyebabkan kerusakan jalan dan minimnya penerangan jalan membuat lingkungan menjadi gelap pada malam hari.
Keluhan serupa disampaikan L. Tumanggor, warga Jalan Sedap Malam XII. Ia mengatakan banjir telah menjadi persoalan menahun yang belum mendapatkan solusi tuntas.
“Masalah ini sudah sering disampaikan, namun belum ada penanganan yang efektif. Kami berharap melalui reses ini ada solusi nyata,” katanya.
Selain banjir dan infrastruktur, warga juga mengeluhkan belum tersedianya sekolah SMA negeri di Kecamatan Medan Selayang serta hilangnya akses jalan lingkungan, termasuk Gang Pancasila.
Kegiatan reses tersebut dihadiri tokoh masyarakat, penatua gereja, tokoh pemuda, ratusan warga, serta perwakilan pemerintah kecamatan, di antaranya Kasi Trantib Kecamatan Medan Selayang, B. Damanik, dan Hamzah yang mewakili Lurah Padang Bulan Selayang II. [romulo]
