![]() |
Diduga Hirup Gas Beracun di Palka Kapal, Dua Nelayan Belawan Meninggal Dunia. (foto/ist) |
Kedua nelayan itu masing-masing Mardian warga Jalan Baru dan Anton Siringo-ringgo warga Lorong Gereja Kelurahan Bagan Deli.
Menurut keterangan di lokasi kejadian menyebutkan, kapal ikan KM Super ll, GT 30/A014804 /571 - 93 /KP - JH dengan nakhoda (tekong) Amlig Harahap dan Kwuanca (KKM) Asrol Ali tiba di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan pada Minggu (25/1/2026) sore yang sebelumnya telah 15 hari berada di laut untuk menangkap ikan.
Keesokan harinya, Senin (26/1/2026) pagi, Kapal ikan KM Super ll melakukan kegiatan bongkar ikan. Sehingga Mardian pun ke dalam palka. Dimana palka tersebut tempat penyimpanan ikan busuk. Sedangkan Anton Siringo-ringgo berada di atas palka.
Beberapa jam melakukan kegiatan bongkar muat ikan busuk tersebut. Anton Siringo-ringgo melihat Mardian tergeletak di dalam palka, sehingga Anton mencoba untuk melakukan pertolongan.
Naasnya, belum sempat melakukan pertolongan, Anton pun tergeletak di dalam palka. Kuat dugaan, kalau kedua nelayan itu meninggal dunia akibat menghirup gas beracun yang berasal dari ikan busuk berjumlah besar di dalam palka itu.
Meninggalnya kedua nelayan itu, membuat dermaga TPI menjadi heboh. Sehingga, dalam waktu singkat warga pun berdatangan untuk melihat secara dekat.
Tak lama kemudian, petugas dari Polres Pelabuhan Belawan tiba dilokasi dan melakukan olah TKP. Selanjutnya petugas membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan guna visum. [Awal yatim]
