![]() |
| Bupati Resmikan Pesantren Kilat(Foto/ist) |
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara bersama Dinas Pendidikan, PGRI, BAZNAS, serta RIE Batu Bara dalam membangun fondasi keimanan dan karakter generasi muda. Sebanyak 134 siswa ambil bagian dalam pesantren kilat yang digelar selama tiga hari di empat kecamatan, yakni Datuk Lima Puluh, Sei Suka, Talawi, dan Sei Balai.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah khidmat suasana. Pembina RIE, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, dalam sambutannya menegaskan bahwa pesantren kilat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum memperbanyak amal dan memperdalam nilai spiritual di bulan suci.
“Ramadan adalah ruang pendidikan terbaik. Di sinilah generasi muda belajar disiplin, keikhlasan, dan ketakwaan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Baharuddin menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, membentuk generasi yang kuat dan bermartabat bukan hanya tugas sekolah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Ia menekankan bahwa di era digital yang serba cepat, tantangan moral semakin kompleks. Arus informasi tanpa batas membawa manfaat besar, namun juga menyimpan ancaman serius seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga perundungan siber.
“Sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer ilmu. Sekolah harus menjadi benteng pembentukan karakter dan akhlak. Anak-anak kita harus dibekali nilai agama agar mampu menyaring pengaruh negatif zaman,” tegasnya.
Menurutnya, pesantren kilat menjadi sarana strategis untuk memperkuat ibadah, mulai dari memperdalam bacaan Al-Qur’an, meningkatkan kualitas salat, hingga menanamkan kedisiplinan dan kepedulian sosial.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan penabuhan gendang oleh Bupati bersama Pembina RIE, sebagai simbol dimulainya rangkaian pembinaan spiritual tersebut. Momentum itu juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sembako kepada kaum dhuafa serta penyematan tanda peserta kepada perwakilan siswa.
Melalui Pesantren Kilat Ramadan 1447 H ini, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berharap lahir generasi muda yang religius, tangguh, dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai keimanan.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membentuk pribadi yang lebih baik. Dari ruang-ruang sekolah di Batu Bara, harapan itu kini kembali digaungkan.(Subari)
