Gubsu Bobby Nasution Dorong Penataan Kota di Sumut untuk Dukung Pariwisata dan Investasi

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya penataan kawasan perkotaan secara serius guna mendukung sektor pariwisata,

Editor: Admin
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution. (foto/ist)
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya penataan kawasan perkotaan secara serius guna mendukung sektor pariwisata, investasi, dan peningkatan daya saing daerah.

Hal itu disampaikannya usai Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, sekaligus memimpin Rapat Rencana Aksi Daerah Penataan Kawasan Perkotaan dan Kawasan Pariwisata di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (6/2/2026).

Menurut Bobby, penataan kota merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto dan telah berulang kali ditekankan kepada pemerintah daerah. Sumut, khususnya kawasan Medan Raya yang meliputi Medan, Binjai, dan Deliserdang, bahkan ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan program pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).

“Penataan kawasan perkotaan berdampak langsung terhadap pariwisata dan investasi. Ini arahan yang sudah beberapa kali disampaikan Presiden dan harus kita tindak lanjuti secara serius,” ujar Bobby.

Ia mengidentifikasi sedikitnya tujuh persoalan utama tata kota yang perlu segera dibenahi, yakni pengelolaan sampah, kawasan kumuh, reklamasi liar, kabel utilitas dan penerangan jalan, trotoar, reklame dan billboard, serta sistem drainase.

Bobby meminta pemerintah daerah menata reklame agar tidak menumpuk di satu lokasi, merapikan kabel utilitas yang semrawut, serta meningkatkan penerangan jalan. Jika anggaran terbatas, ia menyarankan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebagai solusi pembiayaan.

Selain itu, ia mengajak seluruh ASN, TNI, dan Polri turut terlibat menjaga kebersihan dan ketertiban kota, khususnya di kawasan wisata, agar penataan berjalan lebih cepat dan optimal.

“Ini kerja besar kita bersama. Kebersihan ruang publik dan kawasan pariwisata harus dijaga. Daerah perlu punya strategi khusus, bahkan kalau perlu membentuk badan pengelola,” katanya.

Rakor tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, Forkopimda, serta 17 kepala daerah kabupaten/kota se-Sumut bersama jajaran perangkat daerah terkait.

Dengan penataan yang terintegrasi, Pemprov Sumut berharap wajah kota lebih tertata, nyaman, dan mampu menarik lebih banyak wisatawan maupun investor.[tan]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com